Restu Budi Kurniawan akrab dipanggil Mastu, merintis budidaya puyuh petelur sejak tahun 2019. Berawal dari 250 ekor burung puyuh untuk mengisi pekarangan kosong dan menyalurkan hobi, usaha ini berkembang pesat. Tak hanya fokus puyuh petelur, ia merambah pengembangan bibit indukan.
Mastu mengaku kewalahan memenuhi permintaan bibit indukan dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera hingga Papua. Hasil budidaya telur menjadi pemasok utama enam dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan suplai minimal 150 kilogram per minggu.
Keberhasilan Mastu tidak dinikmatinya sendiri. Juragan puyuh ini turut membantu pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran dengan memberdayakan warga sekitar. Beternak puyuh relatif mudah dan tidak menyita banyak waktu di tengah kesibukannya sebagai anggota Satpol PP di Kantor Camat Palas.
Mastu terbuka berbagi pengalaman dan ilmu budidaya puyuh. Ia menyediakan paket hemat Rp15,5 juta kepada warga atau peternak pemula untuk memulai usaha ini. Dengan modal tersebut, peternak pemula mendapatkan 1.000 ekor burung puyuh, kandang serta fasilitas konsultasi gratis hingga berhasil.
Camat Palas Rosalina mengapresiasi Mastu sebagai sosok kreatif dan inspirator serta layak menjadi role model bagi pemuda Lampung Selatan. Meski sempat mengalami pahit akibat serangan penyakit burung dan penipuan pemasokr, Mastu tetap bangkit.
Semangat Mastu telah menular ke warga sekitar hingga muncul 12 peternak baru di kampungnya dengan populasi ratusan ribu ekor. Cita-citanya menjadikan Kecamatan Palas sebagai sentra burung puyuh Lampung.
ROY SHANDY






0 comments:
Posting Komentar