Senin, 09 Februari 2026

Harga dan Panen Jagung Anjlok, Petani Lampung Selatan Rugi

KATIBUNG (9/2/2026) – Petani jagung Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, merugi akibat harga anjlok menjadi Rp5.200 per kilogram dan hasil panen merosot dari enam menjadi empat ton per seperempat hektar.

Harga jagung sempat mencapai Rp6.200 per kilogram. Nilai komoditas ini anjlok menjadi Rp5.200 ketika musim panen Januari-Februari 2026. Penurunan harga menjadi tantangan berat bagi para petani dalam menutup modal tanam, bibit, perawatan serta obat-obatan.

Dengan harga Rp6.200 per kilogram pun keuntungan masih minim dan tidak sebanding dengan keringat petani. Setelah menunggu empat bulan, harga justru anjlok Rp1.000 per kilogram.

Kerugian petani jagung bertambah besar karena serangan hama ulat dan belalang telah memangkas hasil panen dari lima hingga enam ton menjadi empat ton per seperempat hektar.

Ketersediaan pupuk beberapa bulan terakhir sebenarnya tergolong memadai. Namun, kebutuhan pupuk tetap menjadi beban biaya mengingat satu hektar lahan setidaknya memerlukan satu ton pupuk.

Petani mengeluarkan biaya awal Rp9 juta dengan rincian pembelian bibit Rp2,4 juta per dus, upah tenaga kerja, obat-obatan, perawatan termasuk biaya operasional.

Panen jagung membutuhkan 10 pekerja selama tiga sampai empat hari. Jasa angkutan tiap karung Rp8.000 dan belum terhitung sewa kendaraan pengangkut jagung ke pabrik.

GELLY ANTHONIYOS

0 comments:

Posting Komentar

 
×
×
data-ad-slot="9110068254" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">