GELLY ANTHONIYOS
Sabtu, 28 Februari 2026
Petani Lampung Selatan Tuding Tengkulak Mainkan Harga Gabah
WAY SULAN (27/2/2026) – Petani Desa Sumber Agung, Kecamatan Way Sulan, Lampung Selatan, terpuruk akibat kemerosotan harga gabah dari Rp15.000 menjadi Rp10.000. Kejatuhan harga ini akibat permainan tengkulak.
Beberapa petani mengungkapkan kekecewaan atas kejatuhan harga gabah, sementara harga beras cenderung naik. Petani sempat menikmati kenaikan harga gabah sampai Rp15.000 sebelum turun signifikan sampai Rp10.000 dan bahkan Rp7.000 per kilogram.
Penurunan signifikan ini dinilai sangat memberatkan karena pendapatan hasil panen tidak mampu menutup biaya operasional yang terus membengkak. Para petani kini terhimpit oleh tingginya harga pupuk dan obat-obatan dan sulitnya mendapatkan bahan bakar solar subsidi untuk pompa irigasi.
Dengan kondisi harga jual saat ini, petani dipastikan akan merugi dan gagal balik modal, terlebih hasil panen musim ini juga menurun akibat serangan hama potong leher.
Dengan kejatuhan harga gabah tersebut petani selaku produsen merasa sebagai pihak yang dikorbankan. Saat panen raya harga gabah terpuruk. sementara harga beras di pasar meroket. Kondisi ini diperparah oleh lemahnya posisi tawar petani karena tidak memiliki akses penjualan langsung ke Bulog. Petani tetap terjebak permainan harga para tengkulak.






0 comments:
Posting Komentar