Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberi nama Puspa, yang berarti bunga, hasil diskusi bersama istrinya. Sementara Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Satyawan Pudyatmoko, menamai satwa satunya Muli Sikop, yang berarti perempuan cantik, dengan harapan menjadi satwa yang indah.
Kedua anak harimau tersebut lahir dari indukan Shinta, yang pernah cacat akibat jerat di Taman Nasional Bengkulu, dan pejantan Kyai Batua yang juga pernah terjerat di Suoh, Lampung Barat. Meski berasal dari latar belakang luka, keduanya lahir sehat dan lincah.
Komisaris Lembah Hijau Lampung, Irwan Nasution, menyebut dua bayi harimau itu masih dalam pengawasan intensif. Ke depan, pengunjung akan dapat melihat langsung satwa tersebut, namun hanya pada jam tertentu secara bertahap.
Satyawan menambahkan, pihaknya akan terus melakukan patroli hutan untuk mengurangi jerat dan mencegah konflik manusia dengan harimau. Upaya ini diharapkan menjaga kelestarian satwa langka sekaligus memberi harapan baru bagi konservasi harimau Sumatera.
DANDI SUCIPTO






0 comments:
Posting Komentar