Situasi semakin mencekam setelahgajah-gajah tersebut nekat menyeberangi jalan dan jembatan, merusak tanaman produktif seperti singkong dan pisang, bahkan menghancurkan pipa air bersih di
Pekon Gunung Ratu. Tidak hanya itu, kawanan ini juga sempat merusak kuburan dan rumah warga, menambah rasa takut masyarakat yang setiap hari harus berjaga.
Tim Sahabat Satwa Lembah Suoh bersama masyarakat bekerja ekstra keras siang dan malam. Blokade dan upaya penggiringan telah dilakukan, namun kawanan gajah tidak menggubris kehadiran petugas. Ronda malam pun digelar warga untuk mencegah gajah masuk ke pekon-pekon terdekat,
termasuk Ringin Sari.
Ketua Sahabat Satwa Lembah Suoh sekaligus anggota DPRD Lampung Barat, Sugeng Hari Kinaryo Adi, menegaskan karakter gajah kali ini sangat agresif. Warga mendesak Balai Konservasi Sumber
Daya Alam (BKSDA) dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) segera turun tangan dengan penanganan teknis yang lebih masif. Harapan masyarakat, langkah cepat dapat dilakukan sebelum jatuh korban jiwa atau kerusakan yang lebih luas.






0 comments:
Posting Komentar