Jumat, 08 Mei 2026

Rutan Way Hui Razia Halinar, Ratusan Warga Binaan Dites Urine Massal

BANDARLAMPUNG (08/05/2026) – Komitmen mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba terus diperkuat Rumah Tahanan Kelas I Bandar Lampung.

Melalui razia dan tes urine massal, petugas berupaya memastikan Rutan Way Hui bebas dari pelanggaran yang dikenal dengan istilah Halinar. Sebanyak 129 petugas Rutan Kelas I Bandar Lampung bersama 600 warga binaan menjalani tes urine serentak. 

Kegiatan ini dilakukan bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung sebagai langkah pengawasan dan deteksi dini untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Selain tes urine, petugas juga melakukan penggeledahan menyeluruh di sejumlah kamar hunian warga binaan. Dalam razia tersebut, ditemukan dan disita sejumlah kabel colokan yang diduga digunakan untuk mengisi daya handphone ilegal, serta barang-barang lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban rutan.

Kegiatan yang berlangsung di area lapangan rutan ini juga diisi dengan ikrar bersama anti Halinar, dipimpin langsung Kepala Rutan Kelas I Bandar Lampung, Tri Wahyu Sentosa. Seluruh pegawai menyatakan komitmen menjaga integritas dan meningkatkan pengawasan demi menciptakan rutan yang bersih dan bebas dari pelanggaran.

Maulidi Hilal, Plh Kakanwil Ditjenpas Lampung mengatakan Kegiatan ikrar Halinar ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam memberantas handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba di dalam lapas maupun rutan.

Pihak Kantor Wilayah Ditjenpas Lampung juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas apabila ditemukan oknum petugas yang terlibat dalam pelanggaran.Dengan langkah ini, Rutan Way Hui diharapkan mampu menjadi lembaga pemasyarakatan yang lebih aman, bersih, dan profesional, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan. 

Upaya pemberantasan Halinar ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya kerja dalam menciptakan pemasyarakatan yang berintegritas dan bebas dari pelanggaran.

PANDAWA AF

0 comments:

Posting Komentar

 
×
×
data-ad-slot="9110068254" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">