Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang bahu-membahu memperbaiki akses jalan utama. Dengan peralatan seadanya, mereka memanfaatkan batu dan tanah dari sekitar untuk menutup lubang-lubang yang membahayakan pengendara.
Kepala Dusun Gunung Mas, Edi Irawan, menjelaskan jalan sepanjang lebih dari dua kilometer itu sudah hampir 40 tahun tidak pernah diperbaiki. Padahal, jalur tersebut menjadi akses vital yang menghubungkan dua kecamatan sekaligus urat nadi bagi petani, anak sekolah, dan mobilitas warga menuju pusat perbelanjaan.
Edi menyatakan kekecewaannya atas minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan maupun Pemerintah Provinsi Lampung. Ia menagih janji pembangunan yang sempat dikabarkan akan direalisasikan tahun 2026, namun hingga kini belum ada tanda dimulai. Jika tetap tidak ada kejelasan, warga siap menggerakkan massa dalam skala lebih besar.
Keluhan serupa disampaikan Sri, warga setempat, yang berharap kondisi ini dapat didengar langsung oleh Presiden Prabowo Subianto serta Bupati Lampung Selatan. Ia mendesak pemerintah pusat dan daerah turun ke lapangan melihat langsung kondisi jalan yang menjadi akses vital bagi anak-anak sekolah dan kebutuhan ekonomi warga ke pasar.






0 comments:
Posting Komentar