Momen penuh haru itu menjadi penutup operasi pencarian SAR Gabungan terhadap penumpang KMP Batumandi yang diduga terjatuh ke laut. Sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas, operasi pencarian dihentikan setelah memasuki hari ketujuh.
Prosesi tabur bunga digelar di lokasi jatuhnya korban. Tangis keluarga tak terbendung. Ibunda Zora terus memanggil nama anak gadisnya sembari menaburkan bunga ke laut. Petugas SAR menenangkan sang ibu selama prosesi tabor bunga. Meski operasi ditutup, keluarga belum sepenuhnya kehilangan harapan.
Kepala Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara menyampaikan penghentian operasi karena masa pencarian telah berakhir. Namun, masyarakat pesisir maupun nelayan di Perairan Selat Sunda diminta segera melapor bila menemukan tanda-tanda atau keberadaan korban.
Peristiwa itu bermula KMP Batumandi bersiap sandar di Pelabuhan Bakauheni. Ketika awak kapal mengimbau seluruh penumpang turun menuju dek kendaraan, seorang ibu mendatangi petugas dalam kondisi panik karena anak perempuannya tidak kembali ke mobil.
Petugas melakukan pencarian di seluruh bagian kapal sambil berulang kali memanggil nama korban melalui pengeras suara. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Penyisiran mengarah pada temuan sepasang sepatu dan jaket korban di tangga sisi kanan menuju dek kendaraan. Temuan itu memperkuat dugaan korban terjatuh ke laut.
Laporan diteruskan ke Basarnas Lampung. Tim SAR Gabungan mengerahkan personel, kapal, dan berbagai unsur untuk menyisir Perairan Selat Sunda. Namun hingga operasi ditutup, Zora Panasea Martauli Ompusunggu belum ditemukan.
ADI SUSANTO






0 comments:
Posting Komentar