Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus dokter Hernov menyebut total 55 warga mengalami keracunan dengan usia belasan sampai 66 tahun. Enam di antaranya dirujuk perawatan ke Puskesmas Sanggi dan Siring Betik Wonosobo. Sisanya berobat ke bidan desa dan kondisinya kembali stabil.
Tim medis turun ke lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan darurat, mendata seluruh korban serta penyelidikan epidemiologi. Dinas Kesehatan sudah mengambil sampel makanan dan segera dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Lampung guna memastikan penyebab keracunan.
Para korban mengalami gejala muntah-muntah, pusing, demam, dan diare beberapa saat setelah menyantap bubur sumsum dari seorang pedagang keliling.
Kepala Pekon Dadimulyo Sukadi membenarkan warganya keracunan massal setelah menyantap bubur sumsum dari pedagang keliling. Pedagang itu sebenarnya sudah jualan lebih 10 tahun dan selama ini tidak ada masalah.
Warga banyak membeli bubur sumsum karena kebetulan cuaca panas. Sembilan orang korban keracunan berobat ke bidan desa pada sore hari. Awanya dikira gejala diare. Korban terus bertambah hingga 29 orang pada waktu malam dan keesokan hari mencapai lebih 50 orang.
Salah satu korban mengaku tergiur beli bubur sumsum karena cuaca panas. Ia mengalami pusing, muntah dan diare pada malam hari sehingga buru-buru berobat ke bidan desa. Istri pedagang bubur sumsum juga menjadi korban dan masih menjalani perawatan.
HARDI SUPRAPTO






0 comments:
Posting Komentar