Dalam temu pers di Mesuji, Rabu, 25 Oktober 2017, Kapolres AKBP Prianto Teguh Nugroho mengatakan senjata api tersebut dibeli oleh warga dengan harga dari Rp700 ribu hingga Rp3 juta.
"Masyarakat banyak beralasan jika memiliki senpi hanya sekedar untuk menjaga diri. Bahkan hingga detik ini masih ada yang beralasan memiliki senpi untuk menjaga diri," kata AKBP Prianto Teguh Nugroho.
Menurut Kapolres, warga menyerahkan senjata api miliknya dengan sukarela. Ia mensinyalir masih banyak penduduk yang memilikinya. Ia meminta kepada masyarakat untuk menyerahkannya kepada petugas kepolisian terdekat atau langsung ke Kantor Polres.
RAHARDJA
0 comments:
Posting Komentar