Jumat, 30 November 2018

Pemkab Gembok Ruang Rapat DPRD Pesisir Barat

KRUI (30/11/2018) - Anggota DPRD Pesisir Barat gagal mengadakan rapat pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019. Penyebabnya, ruang rapat digembok dan dua mobil sengaja diparkir di pintu masuk ruangan. Mereka menunggu sampai beberapa jam di luar, tapi tak ada satu pun pegawai pemda yang mau membukakan pintu tersebut.

Rapat direncanakan berlangsung di Gedung Wanita Pemkab Pesisir Barat, Jumat, 30 November 2018, jam 13.30 WIB.

Para anggota dewan mencoba bersabar dan menunggu di luar ruangan, di antaranya duduk-duduk atau mengobrol. Menit demi menit hingga jam pintu tetap terkunci, dan akhirnya mereka satu persatu meninggalkan tempat tersebut.

Ketua DPRD Pesisir Barat Pidinuri mengatakan, ruangan sengaja digembok sebagai bentuk boikot pemda.

"Teman-teman bisa tahu siapa memboikot rapat kami. Pihak sebelah yang memboikot sehingga kami gagal mengesahkan APBD. Ini baru terjadi di Lampung," katanya.

Ia mengatakan, badan musyawarah DPRD sudah mengesahkan rapat hari ini dan undangan pun sudah ditandatangani serta disampaikan kepada pemda.

Pidinuri mengatakan, ruangan sengaja digembok karena beberapa hal tidak disepakati antara DPRD dan Pemkab Pesisir Barat. Contoh, pengadaan meubeler kantor DPRD sebesar Rp7,5 miliar, tapi ditolak karena anggaran lebih baik dialokasikan untuk membangun SMP 1 dan SD 3.

"Masih banyak juga jalan dan kebutuhan diperlukan rakyat belum dibangun. Kita juga menangguhkan pengajuan anggaran pemda sebesar Rp30 miliar karena masih ada yang harus dibereskan. Keuangan kita juga sedang defisit sebesar Rp5 miliar," katanya.

Pidinuri menilai, sikap pemda seperti itu tidak bagus.

YUAN ANDESTA

Pembawa 3 Motor Curian di Banten Terhenti di Kalianda


KALIANDA (30/11/2018) – Mobil Pick Up pembawa tiga sepeda motor hasil curian dari Serang dan Pandeglang, Banten terhenti di Kalianda, Lampung Selatan. Sang sopir awalnya menolak diperiksa polisi.

Pengungkapan kasus itu berawal saat polisi melakukan razia di jalan lintas sumatera. Saat dimintai keterangan, sopir Pickup BE-9871-YE berusaha mengelabuhi petugas dengan menyebut barang yang ada di kendaraannya tersebut adalah makanan.

“Saat diperiksa ternyata ada tiga sepeda motor yang semua kunci kontaknya telah rusak,” kata Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syahran saat ekspose di Mapolres setempat, Jumat, 30 November 2018.

Polisi kemudian berkoordinasi dengan Polres di Banten. Setelah itu, pemilik kendaraan diundang ke Polres Lampung Selatan untuk menerima sepeda motornya yang sudah tiga pekan lalu hilang. “Saya kesini untuk mengambil motor, sebelumnya sudah dihubungi Polisi,” kata Rohmana, pemilik motor.

Polres Lampung Selatan juga mengungkap kasus senjata api ilegal selama operasi waspada krakatau 2018. Setidaknya ada 12 pucuk senjata api rakitan dan tujuh senjata tajam jenis pisau, golok dan tombak.

GELLY

Banjir Rangai, Lampung Selatan Terbesar dalam Sejarah

BANDARLAMPUNG (30/11/2018) – Banjir di Rangai Tritunggal, Katibung, Lampung Selatan, terbesar dalam sejarah.  Kawasan yang berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera Bandarlampung – Bakauheni ini setiap tahun terkena genangan. “Tetapi belum pernah seperti ini. Pada Tahun 2014 juga banjir besar, tapi tidak seperti ini,” kata Hidayatulloh.

Banjir di Rangai biasanya karena ombak tinggi. Kali ini akibat luapan Way Harong, yang berada di pegunungan, di atas kawasan permukiman di sana. “Sungai meluap, masuk ke permukiman, tersendat karena air laut pasang,” ujar Sumita, juga warga di sana.

Kades Rangai Sofian memperkirakan banjir sejak malam Jumat merendam ribuan rumah di 12 dusun.  Tinggi air maksimal terjadi dinihari, mencapai satu setengah meter. Hingga Jumat sore, rata-rata 20 cm, meski ada juga dengan ketinggian 50 cm.

Banyak warga mengungsi, meninggalkan rumah mereka.  “Kalaupun dibenahi air di sini susah surut. Jadi tunggu saja air laut tidak pasang, air hilang sendiri,” kata Kartijo, warga Rangai, yang sudah mengungsikan keluarganya sejak malam.

Jalan Lintas Sumatera yang lumpuh menjelang subuh mulai normal kembali menjelang Shalat Jumat. Kasatlantas Polres Lampung Selatan AKP Reza Khomeini mengatakan Dirlantas Polda memerintahkan mereka mengalihkan sebagian lalu lintas masuk ke dalam tol, exit Lematang dan keluar di exit Sidomulyo.

Seluruh sekolah di Rangai diliburkan. Aktivitas warga berhenti total. Kebanyakan warga sibuk mengurus mebelair dan sepeda motornya, yang terendam pada malam Jumat. Beberapa dari mereka tampak membawa kendaraan ke bengkel.

Hingga Jumat Siang, petugas BPBD Lampung Selatan lebih banyak mengurus saluran air agar banjir cepat surut. Beberapa warga mengatakan belum ada pejabat dari Pemkab Lamsel menjenguk mereka. “Boro-boro bantuan,” ujar Taufik Hidayat, juga warga Rangai Tritunggal.

DEDI KAPRIYANTO DAN JUHARSA ISKANDAR

Banjir Rangai Lampung Selatan: Pesta Nikah Ditunda

BANDARLAMPUNG (30/11/2018) – Rohim dan sekeluarga sudah siap-siap sejak pagi untuk menikahkan adiknya. Seharusnya dimulai pukul 08.00. Karena segala sesuatu sudah disiapkan, hajatan tetap dilaksanakan. Sudah berangkat pukul 11.00 siang, angkot yang membawa pengantin mogok di tengah banjir. Akad nikah akhirnya berlangsung usai Jumat.

Banjir di Desa Rangai Tritunggal dan Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, betul-betul melumpuhkan aktivitas warga pada Jumat, 30 November 2018. Kabid Penanggulangan BPBD Lampung Selatan Afendi memperkirakan 1.000 rumah di 12 dusun kedua desa terendam banjir.

Hingga Jumat siang, kebanyakan rumah terkunci, ditinggalkan pemiliknya. “Rata-rata mengungsi tadi malam karena ketinggian air saat itu ada yang mencapai satu setengah meter,” ujar Rizal, warga RT 4.

Ketinggian air dalam rumah pada Jumat Siang antara selutut hingga setengah meter. Kebanyakan warga mengaku belum melihat petugas dari Kecamatan atau Kabupaten. “Boro-boro bantuan, lihat yang namanya petugas belum dari tadi,” ujar Katijo.

JUHARSA ISKANDAR

Ribuan Rumah Terendam di Rangai, Lampung Selatan


KATIBUNG (30/11/2018) – Banjir di Katibung, Lampung Selatan terus meluas, Jumat, 30 November 2018. Ribuan rumah di 12 desa terendam air dan listrik masih padam sejak semalam.

Salah seorang warga Jauhari mengatakan, banjir menyebabkan beberapa tiang dan kabel listrik putus. Hingga saat ini, belum ada petugas PLN yang datang ke lokasi. “Listrik sudah mati dari tadi malam,” kata Jauhari.

Di Kecamatan Katibung, desa yang paling parah terendam banjir adalah Rangai, Batupayung dan Kampung Sawah. Kedalaman air mencapai sekitar satu meter. Banjir juga masih menyebabkan arus lalulintas di jalan lintas timur sumatera macet.

Kasat Lantas Polres Lampung Selatan AKP  Reza Khomeini mengatakan, salah satu penyebab air tidak kunjung surut adalah adanya tumpukan pasir. Untuk itu, pihaknya mengerahkan alat berat guna membongkarnya. “Kami angkut pasir yang menutupi gorong-gorong,” kata Reza.

Kanit Dikyasa Polres Lampung Selatan IPTU Yeni mengatakan, pihaknya bersama Pemkab Lampung Selatan juga berupaya mengatasi banjir dengan membongkar drainase yang tersumbat. “Harapannya air bisa mengalir sehingga cepat surut,” kata Yeni.

JUHARSA ISKANDAR DAN GELLY

Jumlah Janda Muda di Lampung Utara Makin Banyak

KOTABUMI (30/11/2018) - Jumlah janda berusia muda di Kabupaten Lampung Utara berusia 25 hingga 40 tahun di tahun 2018 meningkat 40 persen dibanding tahun 2017. Permohonan perceraian terbanyak dari Kecamatan Kotabumi Selatan dan Abung Selatan. Hal itu berdasarkan data Pengadilan Agama Kotabumi. 

Panmud Hukum Pengadilan Agama Kotabumi Agus Dianningsih mengatakan, jumlah percerain sepanjang tahun 2018 ada 1.028 dan telah berkekuatan hukum tetap sebanyak 910. Tersisa 128 akan selesai pada akhir Desember 2018.

"Sementara tahun 2017 sebanyak 1.338 dan putus sebanyak 1.210. Faktor perceraian karena ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, perjudian, dan perselingkuhan," katanya.

ADI SUSANTO

Lampung Utara: Gorok Teman Sendiri karena Perlu Biaya Nikah

KOTABUMI (30/11/2018) - Aparat Polres Lampung Utara menangkap satu dari dua tersangka penikaman dan percobaan pembunuhan seorang istri petani. Motif mereka ingin menguasai sepeda motor dan uang Rp2,8 juta. Seorang tersangka yang merupakan teman Febri Hartina mengaku berbuat itu karena perlu modal untuk menikah.

BS, warga Lampung Utara mengggorok leher teman sendiri Febri Hartina warga Sribasuki, Kotabumi, Lampung Utara, pekan lalu di Desa Tanjung Beringin, Tanjung Raja. BS berhasil membawa kabur sepeda motor Yamaha NMax dan uang Rp2,8 juta milik korban.

Kapolres Lampung Utara AKBP Budiman Sulaksono menjelaskan, Jumat, 30 November 2018, BS ditangkap di tempat persembunyiannya di Kabupaten Mesuji. "Tersangka merupakan pelaku utama yang menggorok dan menikam korban. Motifnya karena terdesak ekonomi untuk biaya menikah. Satu tersangka sedang kita kejar," katanya.

Budiman mengatakan, BS ditangkap pada Kamis dini hari 29 November 2018. Barang bukti sepeda motor didapatkan di salah satu rumah warga tempat tersangka menitipkannya di Kotabumi.

BS mengakui perbuatannya dan menggorok Febri di wilayah pergunungan. ”Saya butuh uang untuk menikah. Saya baru pertama kali melakukannya,” katanya.

ADI SUSANTO

Banjir Genangi Jalinsum, Bandarlampung-Bakauheni Macet


KATIBUNG (30/11/2018) – Hujan yang mengguyur sejak malam hingga pagi hari membuat Jalan Lintas Sumatera terendam banjir, Jumat, 30 November 2018. Akibatnya, arus lalulintas dari arah Bandarlampung menuju Bakauheni, Lampung Selatan macet.

Jalan Lintas Sumatera yang terendam itu ntar alain di Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung. Kendaraan yang melintas di daerah itu macet tidak bergerak, ada juga kendaraan yang mogok akibat mesin kemasukan air.

Tidak hanya merendam jalan, banjir juga merendam sejumlah rumah warga. Sejumlah Polisi pun turun ke lokasi untuk mengatur lalulintas. Sebab, kemacetan terjadi selama sekitar tiga jam  baik dari arah Bakauheni menuju Bandarlampung maupun sebaliknya.

GELLY

Dampingi 200 Anak Yatim Mesuji Wisata ke Jakarta

MESUJI (29/11/2018) – Mengikuti wisata edukasi 200 anak yatim Mesuji ke berbagai tempat di Jakarta ternyata menyenangkan. Dilepas Bupati H. Khamami di rumah dinasnya pada Senin, 26 November, ratusan anak-anak tetap semangat hingga kembali ke rumah, Kamis, 29 November.

Sepanjang perjalanan berangkat dan pulang 200 anak yatim itu bergembira. Mulai  di kapal penyebarangan, shalat di Masjid Istiqlal, berjalan kaki di Monas, kelliling ke sejumlah tempat hiburan di Monas, Taman Mini Indonesia Indah, dan menginap di Wiswa Haji Pondok Gede.

Wisata edukasi anak yatim Mesuji kali ini merupakan pemberangkatan keempat. Sebelum ke Jakarta, mereka diberi uang saku Rp300 ribu, Rp250 ribu dari Pemkab, Rp50 ribu dari Ketua PKK Mesuji Elfiana Khamami. 

Anak-anak yatim itu juga dikawal babinsa, petugas kesehatan, dan guru sekolah. Pada setiap pemberangkatan menggunakan 4 bus, yang terasa begitu ramai, jika sekali turun di kapal dan tempat-tempat yang dikunjungi di Jakarta.

SUPRIYONO

Pelayanan Publik di Lampung Timur akan Lebih Manusiawi

SUKADANA (29/11/2018) – Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim mengatakan ia dan Wakil Bupati sepakat untuk meningkatkan pelayanan kepada publik di Kabupaten tersebut, lebih manusiawi dibandingkan sebelumnya.

Chusnunia mengatakan hal tersebut usai memimpin Peringatan Ulang tahun Korpri ke-47 di halaman Pemkab Lampung Timur. Hadir di sana Wakil Bupati Zaiful Bokhari, seluruh kepala OPD, DPRD, dan unsur forkopimda lainnya.

Bupati mengatakan ia tertarik dengan sistem pelayanan di Kabupaten Tangerang yang sudah memakai satu  aplikasi internet.  “Lampung Timur mungkin belum secanggih itu, tetapi paling tidak, tidak bikin orang bergeletakan,” katanya.

WAHYU AFRIANSYAH

APBD Pringsewu 2019: Pendapatan 1,22, Belanja 1,24 Triliun

PRINGSEWU (29/11/2018) – DPRD Pringsewu menyepakati APBD kabupaten tersebut Rp1,22 Triliun dan belanja Rp1,24 Triliun untuk Tahun 2019, dalam sidang paripurna yang dipimpin Wakil Ketua l Sagang Nainggolan dan  didampingi Wakil Ketua ll Stiyono, SH, Kamis, 29 November 2018.

Hadir dalam sidang paripurna tersebut Bupati H. Sujadi, sejumlah kepala OPD, unsur forkopimda, dan sebagian anggota DPRD.

Selain menyepakati APBD Tahun 2019, DPRD juga membahas 4 Ranperda prakarsa sendiri dan 6 Ranperda pengajuan Pemkab, yang terdiri dari kawasan industri, rencana induk pariwisata, prosedur pengangkatan-pemberhetian kepala pekon,  retribusi perikanan, pembentukan BUMD, irigasi, tanggung jawab social lingkungan, koperasi, keterbukaan informasi public, dan kesehatan hewan.

EPRIZAL

350 Warga Tanggamus Dapat Bantuan Material Rumah

PUGUNG (29/11/2018) – Setidaknya 350 warga Tanggamus akan memperoleh bantuan rumah swadaya, yang dikenal dengan istilah BSPS. Bantuan berupa material senilai Rp15 juta tersebut akan diberikan pada Tahun 2019, kata Ecep Hasanudin, koordinatornya di Kabupaten tersebut.

Bantuan yang akan dibayar oleh Kementerian PUPR tersebut mulai disosialisasikan di Pekon Campang Waihandak, Pugung, Kamis, 29 November 2018. Kepala Pekon di sana, Herianto mengusulkan 50 rumah kepada tim kabupaten.

Berbeda dengan Program Bedah Rumah, demikian Harianto,  BSPS tidak untuk warga miskin. Diperuntukkan untuk masyarakat yang ingin memperbaiki rumah dengan ukuran 6 x 6 ditambah dengan sanitasi.

AFNAN HERMAWAN

Cerita Batu Berusia 2.500 Tahun SM di Lampung Barat

KEBUN TEBU (29/11/2018) - Batu-batu raksasa berusia 2.500 tahun sebelum masehi atau prasejarah, bercerita banyak kehidupan manusia masa silam. Ratusan batu di Situs Megalitik Batu Brak berada di Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat. Sudah ada sejak tahun 1951. Hingga kini cerita nenek moyang kita terus mengalir.

Basnas, juru pelihara sekaligus dari Balai Cagar Budaya (BCB) Banten, menuturkan, Kamis, 29 November 2018, batu tersebut sebagai tempat pemujaan dan ritual. Manusia prasejarah memercayai Tuhan mereka bersemayam di puncak Gunung Rigis, berjarak sekitar 1 kilometer dari tempat itu.

"Batu-batu ini bukan berasal dari tempat ini, kemungkinan dibawa dari tempat lain karena di Batu Brak bukan daerah pegunungan. Batu Menhir dan Dolmen hanya ada di tempat lain," katanya.

Situs  seluas 3,5 hektare dikelola Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten, memiliki 40 buah batu menhir, 38 batu dolmen, dua batu datar, dan beberapa batu kelompok. Di dekat situs itu situs lainnya, yakni Situs Batu Jagur, Batu Tameng, Telaga Mukmin, Cabang Dua, Batu Jaya, dan Air Ringkih.

Sejumlah pihak menduga masih banyak situs lain terkubur dan belum ditemukan, karena sampai kini belum ada penelitian mendalam terhadap Situs Megalitik Batu Brak.

Basnas mengatakan, situs itu ikon wisata menarik di Lampung Barat, tapi belum mendapat perhatian pemerindah daerah. Dalam setahun didatangi ribuan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

"Di hari-hari besar kami kewalahan karena fasilitas kurang memadai. Diharapkan pemerintah daerah membantu dan mengembangkan situs sejarah ini. Apalagi ini satu-satunya di Lampung Barat," katanya.

LILIANA P/AHMAD SIKOTRI

Kementerian Kominfo RI Sosialisasi di FEB Unila

BANDARLAMPUNG (29/11/2018) – Kementerian Kominfo sosialisasi soal generasi milenial di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila, Kamis, 29 November 2018. Hadir di sana  Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian Dan Maritim Kemkominfo RI Septriana Tangkary dan  Dekan FEB Unila Profesor Satria Bangsawan

Acara yang diselenggarakan  di Aula A1 Gedung FEB Unila itu juga menghadirkan narasumber  Staf Khusus Presiden Adita Irawati, Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Hukum Henri Subiakto,  Humas NU Juwendra Asdiansyah., dan Dosen FEB Can Habibulah.

Di awal acara ada juga penayangan film pembangunan 4 Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo, pengumuman lomba vlog, dan meme beserta link. Tema sosialisasi:  Membangun Generasi Milenial Berdaya Saing di Era Industri 4.0.

JUHARSA ISKANDAR

Kamis, 29 November 2018

Rusuh, Pemira UIN Raden Intan Lampung Dihentikan

SUKARAME (29/11/2018) - Pihak Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, menghentikan sementara Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira). Seharis sebalumnya dua kubu bentrok karena dipicu dugaan kecurangan di salah satu tempat pemungutan suara. Situasi di kampus kembali normal dan aktivitas perkuliahan berjalan seperti biasa lagi.

Kasubag Humas UIN Raden Intan Lampung Hayatul Islam mengatakan, Kamis, 29 November 2018, pihak rektorat akan mediasi kedua kubu mahasisiwa yang berseteru beserta penyelenggara Pemira.

"Kita hentikan sementara Pemira untuk menghindari bentokan lagi, pihak rektorat juga  memediasi untuk mencari solusi proses Pemira dapat berjalan kondusif," katanya.

Hayatul mengatakan, pihak rektorat tidak akan mengintervensi proses Pemira, hanya akan mencari solusi terbaik masalah selesai.

Bentrok antarkubu terjadi saat Pemira memilih presiden mahasiswa, gubernur fakultas, dan bupati jurusan, Rabu, 28 November 2018. Berawal dari protes kubu mahasiswa yang menduga terjadi kecurangan di salah satu TPS.

Kubu itu menduga ada yang menggunakan hak pilih lebih dari satu kali. Suasana makin panas, masing-masing kubu mahasiswa berkumpul di salah satu tempat dan terjadi penyerangan.


PANDAWA AF/AFNAN HERMAWAN

Belasan Senjata Api Rakitan Diamankan di Bandarlampung

TANJUNGKARANG (29/11/2018) - Jajaran Polresta Bandarlampung menyita 13 pucuk senjata api rakitan dan 415 butir amunisi aktif serta 10 botol bom ikan. Penyitaan itu hasil operasi Waspada Krakatau 2018 selama 2 pekan. Semua bahan berbahaya tersebut diserahkan masyarakat secara sukarela. Namun satu hasil penangkapan saat razia kendaraan, dan dua tersangka ditangkap.

"Senjata api berbagai macam, ada yang ditemukan di jalan, milik keluarga lantas diserahkan kepada kepolisian. Ini bagian Polresta Bandarlampung menekan angka kriminalitas dengan operasi kejahatan," kata Kabag Ops Polresta Bandarlampung Kompol Ujang Suharyanto, Kamis, 29 November 2018.

Ia mengatakan, operasi Waspada Krakatau 2018 menyasar masyarakat yang sengaja memiliki atau menyimpan senjata api tanpa surat izin resmi serta barang berbahaya lainnya.

Dikatakannya, polisi masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menyerahkan senjata api atau barang berbahaya lainnya sebelum ada tindakan tegas.

PANDAWA AF

Puluhan Rumah Terendam di Marga Punduh, Pesawaran

MARGAPUNDUH (28/11/2018) – Puluhan rumah terendam banjir di Desa Sukajaya, Marga Punduh, Pesawaran, Kamis, 28 November 2018. Air muncul saat subuh, pukul 05.00. Belum semua surut hingga sore hari.

Aini, warga Desa Sukajaya mengatakan, hujan terus-menerus mengguyur kawasan permukiman mereka pada malam Kamis. Menjelang subuh, air masuk ke rumah, dan puncaknya mencapai setinggi 1 meter pada pukul 06.30. Surut lagi hingga setumit pada pukul 08.00.

Menurut Aini, selama Tahun 2018, kawasan mereka dilanda banjir beberapa kali. Penyebab utamanya pendangkalan sungai dan kurangnya siring, yang menampung arus air dari pegunungan ke kali. “Warga kami sudah sering mengeluhkan ini, tetapi belum pernah diperhatikan,” katanya.

IWANSYAH

Selundupkan Sabu dan Ekstasi Miliaran Lewat Bakauheni



BAKAUHENI (29/11/2018). Polisi menggagalkan penyelundupan sabu dan ekstasi bernilai ratusan juta rupiah di Seaport Interdection Pelabuhan Penyebrangan Bakauheni, Lampung Selatan. Barang haram itu rencananya mau dikirim ke Jakarta.

Sabu yang disita dari tersangka sebanyak 21 KG, pil ekstasi sebanyak 40 ribu butir dan ganja seberat 22 KG. Tersangka antara lain Rahmat Sukti, Reki Satria, Hari Fernandez, dan Amin. Mereka semuanya berasal dari luar Lampung dan ditangkap di sejumlah lokasi berbeda.,

Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto mengatakan, penyelundupan narkoba saat ini semakin canggih dengan berbagai modus. Setiap kali terungkap, para bandar dan pengedar mengubah cara dan pengiriman barang haram. Namun, dengan alat yang dimiliki kepolisian sejumlah penyelundupan narkoba bisa diungkap.

“Selain kecanggihan alat, kecermatan dan ketelitian petugas juga menjadi salah satu faktor. Kami juga berharap laporan aktif dari masyarakat,” kata Kapolda saat ekspose di Pelabuhan Bakauheni, Kamis, 29 November 2018.

GELLY

Bupati Janji Naikkan Honor Guru Honorer di Lampung Utara

KOTABUMI (29/11/2018) - Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara berjanji memperjuangkan nasib guru honorer dan yang berada di wilayah terpencil. Hal tersebut yang disampaikannya usai upacara HUT ke-47 Korpri dan HUT ke-73 PGRI, di Stadion Sukung, Kotabumi, Kamis, 29 November 2018.

Dalam upacara itu juga bupati memberikan penghargaan kepada aparatur negeri sipil (ASN) masa pengabdian 30, 20, dan 10 tahun. Yakni, satya lencana karya satya dan umrah gratis untuk empat orang guru berprestasi.

”Mereka tergabung dalam organisasi, bagaimana memperhatikan kesejahteraanya dan memperjuangkan goru honorer agar segera diangkat menjadi PNS. Jika guru honor tidak dapat diangkat menjadi pegawai, kita perjuangkan mereka tidak  bercerai berai dengan memberikan lapangan pekerjaan lain. Harapan saya mereka dapat terus mengabdi untuk Lampung Utara,” ujarnya.

ADI SUSANTO 

Pemilik Cula Badak Rp4 Miliar Diburu Polda Lampung

TELUKBETUNG (29/11/2018) - Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Lampung memburu seorang tersangka pemilik cula badak seharga Rp4 miliar. Bagian satwa yang dilindungi tersebut hasil perburuan dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Kabupaten Pesisir Barat. Dua warga lainnya telah ditetapkan tersangka dan kini meringkuk di tahanan Mapolda.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih mengatakan, Kamis, 29 November 2018, modus operandi para tersangka dengan cara memperdagangkan bagian satwa yang dilindungi.

"Polisi masih memburu satu warga berinisial M diduga pemilik cula badak yang akan diperdagangkan kedua tersangka," katanya.

Sulistyaningsih menjelaskan, setelah pemeriksaan intensif, penyidik Dit Krimsus Polda Lampung menetapka dua tersangka atas nama Din Martin Salim, warga Kaur, Bengkulu Selatan dan Abdul Khodir, warga Tanggamus, Lampung. Keduanya sebagai mediator perdagangan cula badak Sumatera.

Empat warga lainnya yang turut diamankan ditetapkan sebagai saksi, termasuk oknum TNI yang merupakan Bhabinsa Bengkulu Selatan.

Kepala Balai TNBBS Agus Wahyudiono mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan pemberantasan perburuan liar satwa dilindungi di kawasan tersebut.

"Perburuan liar satwa dilindungi masih marak karena dipicu masih banyak berita bohong nilai bisnis potongan tubuh satwa liar dilindungi seperti cula badak, gading gqjah, dan kuilit harimau," ujarnya.


PANDAWA AF

Mobil Terbalik di Tol Terbanggi Lampung Tengah: 7 Luka, 2 Luka Berat

TERUSAN NUNYAI (29/11/2018) - Tujuh penumpang terluka,  dua di antaranya luka berat setelah mobil travel dari Tulangbawang Barat, terjungkir di jalan Tol Terbanggibesar-Simpang Pematang. Tepatnya di STA 16 KM 156, di Kampung Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai,  Kabupaten Lampung Tengah,  Kamis, 29 November 2018 sekitar jam 9 pagi.

Mobil dikemudikan Rony Hamzah membawa penumpang 6 orang, masuk lewat gerbang Tol Gunung Batin hendak ke Rajabasa, Bandarlampung. Di tengah jalan, mobil oleng dan tak bisa dikendalikan hingga terbalik.

Penumpang luka berat dibawa dan dirawat di RS YMC Bandaranya, lainnya di Puskesmas Bandaragung.

Nurpratama, warga Tulangbawang Barat yang juga ikut dalam mobil itu menuturkan, kecelakaan disebabkan karena sopir mengantuk. "Mobilnya tiba-tiba lambar dan jalan ke arah minggir akhirnya masuk siring jalan Tol," ujarnya.

Sopir travel, Roni Hamzah, warga Tiyuh Daya Sakti,  Tulangbawang Barat, mengakui ia mengantuk saat membawa mobil.

Wartawan mencoba meliput ke lokasi kejadian, namun seorang petugas kepolisian melarang tanpa alasan jelas. "Jangan ambil gambar di sini, tidak boleh. Bapak tolong turunkan kameranya," katanya.

"Kenapa tidak boleh, Pak," tanya wartawan.

"Pokoknya tidak boleh," kata petugas tersebut.

ZEN SUNARTO

Disewa Cabut Singkong, Ditangkap Sebagai Pencuri

MENGGALA (28/11/2018) – Apes betul nasib Jumani. Gara-gara mencari upah mencabut dan mengangkut singkong, warga Candra Jaya, Tulangbawang, itu ditahan sehari semalam bersama 10 anak buahnya. Truknya, bahkan, masih ditahan di Polres setempat.

Jumani seorang sopir truk. Ia diminta Sulida, warga Bandarjaya, Lampung Tengah, mencabut singkong di Kagungan Dalam, Tulangbawang, Jumat, 2 November 2018. Sulida menyuruh Jumani karena sudah sepakat dengan seorang bernama Tutur, yang mengaku memiliki tanaman.

Pada hari pertama, pekerjaan berlangsung lancar. Singkong di bawa ke pabrik. Namun mereka tidak memperoleh bayaran, karena menurut Tutur, sang pemilik singkong, belum dibayar. “Untuk makan saja kami terpaksa ngutang,” ujar Sulida, Rabu, 28 November 2018.

Hari kedua Tutur menghilang. Jumani, 10 anak buahnya, dan truk pengangkut ditangkap setidaknya 24 polisi. Mereka sempat menginap di Polres Tulangbawang sehari semalam atas pengaduan Tutur. Setelah itu disuruh pulang. “Tetapi truk ditahan, alasannya untuk barang bukti,” katanya.

Jumani merasa tak bersalah. Ia meminta Tutur gentle memperlihatkan diri, bertemu bertiga dengan Sulida, yang menyuruhnya.

Sulida juga merasa bukan maling. Pencabutan singkong atas kesepakatan dengan Tutur, yang hari pertama hadir di lokasi dan ikut mengantar singkong ke pabrik. Ia tahu lahan seluas 5,5 hektare dan dulunya milik ayahnya itu kini milik Kombes Pol. Suyono, mantan Kapolres Tulangbawang. "Tutur mengaku yang menanam dan memupuknya," katanya.

Sulida kini harus dipapah isterinya ke mana-mana.

ZEN SUNARTO 

Ibu-Ibu 17 Desa Batanghari, Lampung Timur Workshop Batik

BATANGHARI (28/11/2018) – Ibu-ibu dari 17 desa di Batanghari, Lampung Timur,  mengikuti workshop membatik di BPU kecamatan setempat, Rabu, 28 November 2018. Mereka membuat motif gajah, iklan layar,  kopi, dan berbagai ornamen khas Lampung.

Umi, pembimbing workshop membatik, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan agar Lampung Timur juga menjadi sentra industri batik, selain menjadi sumber penghasilan kaum ibu atau warga yang berbakat desain.

Kepala Dinas PMD Lampung Timur Syahrul Syah, lewat telepon, mengatakan workshop tersebut didanai oleh Program Gerbang Indah.  Pemerintah Kabupaten akan membantu marketing, yang melibatkan badan usaha milik desa setempat.

WAHYU AFRIYANSYAH

Singosari Pekon Pertama Deklarasi ODF di Talangpadang

TALANGPADANG (23/11/2018) – Pekon Singosari menjadi desa pertama di Kecamatan Talangpadang, Tanggamus, yang diverifikasi Tim Kesehatan Provinsi Lampung menjadi kawasan ODF atau pelaksana program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat.

Verifikasi dilaksanakan pada Jumat, 23 November 2018. Tim Provinsi dipimpin Bertha Br Sitepu. Hadir juga di sana Camat Talangpadang, Kepala UPTD Puskesmas Talangpadang, Kepala Pekon Singosari,  bhabinkamtibmas, dan sejumlah warga.

Dalam verifikasi tersebut, Kepala Pekon Singosari juga mendeklarasikan ODF bersama para kader posyandu, sebagai janji untuk menciptakan sanitasi dan penyediaan air bersih yang sehat di kawasan desa tersebut.

AFNAN HERMAWAN

RAPBD Lampung Disetujui dengan Sedikit Pergeseran

BANDARLAMPUNG (28/11/2018) – RAPBD Provinsi Lampung disepakati dengan sedikit penataan dan pergeseran dalam sidang paripurna DPRD, Rabu, 28 November 2018. Hadir di sana Wakil Gubernur Bachtiar Basri, Sekda, Ketua DPRD, sejumlah anggota, sebagian kepala OPD, dan Forkopimda.

H. Ali Fahmi AR, yang membacakan koreksi anggaran dari DPRD, mengatakan penataan pegeseran terjadi di beberapa satuan Organisasi Perangkat  Daerah,  termasuk alokasi Rp1,5 miliar untuk Badan Penyelenggara Korpri, peningkatan bantuan hukum Rp500 juta, dan Pekan Olahraga Nasional Korpri ke-15 Rp1 miliar.

Sidang tersebut juga membicarakan soal program Gubernur terpilih, yang akan dimasukkan dalam Anggaran Perubahan Tahun 2019.

Wakil Gubernur Bachtiar Basri mengapresiasi pendapat dan saran anggota DPRD. Adapun soal perubahan anggaran, ia mengatakan, “Harapan kita sesuai perencanaan. Sekarang ini  ini sudah E-Planning dan E-Budgetting.”

DEDI KAPRIYANTO

DPRD Pesawaran Setujui Pendapatan 1,29, Belanja 1,33 Triliun

GEDONGTATAAN (28/11/2018) – DPRD Pesawaran menyetujui Rancangan APBD Kabupaten Tahun 2019 dalam sidang paripurna di ruang sidang kantor Dewan Perwakilan Rakyat tersebut, Rabu, 28 November 2018.

Hadir di sana Bupati Dendi Ramadhona, Wakil Bupati Eriawan, Sekda, Ketua DPRD M. Nasir SI. Kom, sebagian besar anggota DPRD, Sekretaris DPRD Nawang Nugroho,  sejumlah kepala OPD, dan unsur  Forkopimda Kabupaten Pesawaran.

Dalam RAPBD Tahun 2019 tersebut, rencana pendapatan Rp1,291 Triliun, yang bersumber dari PAD Rp68,582 Miliar (Pajak Daerah Rp28,400 Miliar, Retribusi Daerah Rp5,485 Miliar, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Rp 1,050 Miliar, Lain-Lain pendapatan Rp33,646 Miliar);  

Dana perimbangan Rp930,092 Miliar (Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak Rp15,299 Miliar, Dana Alokasi Umum Rp684,210 Miliar, dan Dana Alokasi Khusus  Rp230,581 Milar). Lain-lain pendapatan daerah Rp291,579 Miliar (Pendapatan Hibah Pemerintah Pusat Rp55,472 Miliar, Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi Rp67,096 Miliar, dan Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Rp169,810 Miliar).

Sedangkan Belanja Daerah Rp 1,339 Triliun, yang dialokasikan untuk belanja Belanja Tidak Langsung Rp755,831 Miliar dan Belanja Langsung Rp583,230 Miliar. “Berdasarkan perhitungan tersebut di atas Rancangan APBD Tahun Anggaran 2019 defisit sejumlah Rp. 48,006 Miliar,  yang akan ditutupi melalui rencana penerimaan pembiayaan yang bersumber dari SiLPA tahun 2018,” kata Wakil Bupati Eriawan.

IWANSYAH

Peratin di Lampung Barat Diajari Kelola Dana Desa

BALIKBUKIT (28/11/2018) - Puluhan peratin (kepala desa) di enam kecamatan di Kabupaten Lampung Barat, mengikuti sosialisasi Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Acara berlangsung di kantor Kecamatan Balikbukit, Rabu, 28 November 2018. Narasumber Kasi Intel Kejari Liwa Wan Susilo Hadi, dan hadir juga para camat, serta perwakilan Dinas PMD.

Para peratin berasal dari Kecamatan Lombok Seminung, Sukau, Balikbukit, Batu Brak, Belalau, dan Batu Ketulis. Sosialisasi bertujuan agar peratin memahami fungsi dana desa dan digunakan benar serta terbuka.

Wan Susilo Hadi dalam pemaparannya meminta seluruh peratin menggunakan dana desa secara tranparasan. TP4D siap menerima laporan masyarakat bila ada penyelewangan.

"Kegiatan di pekon harus dikerjakan oleh masyarakat bila tidak dikerjakan masyarakat itu harus ada kesepakatan dari masyarakat. Contohnya, pembangunan fisik desa diborongkan orang luar, itu harus jelas dan anggarannya harus disesuaikan," katanya.

Bila ada pelanggaran, tambah Wan Susilo, pihaknya siap menerima laporan dan menindaklanjuti pelangggaran tersebut.

AHMAD SIKOTRI/LILIANA P

Buah Simalakama di Jalan Cinta Kalianda Lampung Selatan

KALIANDA (28/11/2018) - Jalan Cinta sepanjang hampir satu kilometer, di Kalianda, Lampung Selatan, bak menyimpan buah simalakama. Seperti dua sisi mata pisau yang bisa membuat kelegaan juga keluh kesah bahkan nestapa. Jalan itu menghubungkan perkantoran Pemkab Lampung Selatan, sampai ke objek wisata Pantai Kedu, Pantai Ketang, hingga Along-Along.

Rimbunnya pepohonan trembesi berusia hampir sepuluh tahun, dahan-dahan dari pohon kiri dan kanan jalan saling berpelukan di atas jalan, membuat nuansa harmonisasi alam. Udara segar akan terasa di pagi sampai sore hari. Pengendara atau pejalan kaki jika menatap jalan itu seperti melihat labirin hijau.

Tapi, anugrah kebaikan bisa menjadi keburukan. Jalan Cinta kerap menjadi tempat aman bagi pelajar bolos sekolah, pasangan lain jenis remaja sampai pemuda berpacaran, hingga arena balap liar di malam hari.

"Ini mengundang tindak kriminalitas dan menciptakan pelanggaran norma. Kami harus sering mengadakan razia di tempat ini," kata Plt Kasat Pol PP dan Damkar Lampung Selatan, Heri Bastian, Rabu, 28 November 2018.

Sekretaris Dinas Pariwisata Lampung Selatan Ike Sumartini menambahkan, tempat tersebut belum jelas statusnya untuk pariwisata. Tapi, menjadi jalan menuju objek wisata yang sudah ada.

"Kita perlu berkoordinasi kalau mau menjadikan destinasi wisata baru. Banyak pihak yang harus terlibat, juga ada kemauan dan kerja sama masyarakat," katanya.

GELLY

Lagi, Mortir Aktif di Sekitar Bandara Radin Intan II Lampung

BANDARLAMPUNG (28/11/2018) – Warga RT 8 RW 4 Dusun Bangunsari, Natar, Lampung Selatan, menemukan mortir aktif 30 kg saat menggali septic tank, pukul 12.00 siang, Rabu, 28 November 2018.

Mortir yang bisa meledakkan radius ratusan meter tersebut sempat dibawa ke Kantor Pengacara Wahrul Fauzi Silalahi di Bandarlampung pukul 16.00 sore, sebelum diamankan tim gegana dan diangkut ke Polda Lampung, menjelang magrib.

Arif Hidayatullah, dari Kantor Pengacara WFS mengatakan, awalnya warga mengira mortir tersebut ubi atau jantung pisang. Setelah mengetahui bom, mereka melaporkan kepada Wahrul dan terpana saat memperoleh penjelasan dari polisi masih peledak aktif dan disuruh mengosongkan kantor.

Penemuan bom atau mortir di Natar bukan pertama kali.  Pada 6 Mei 2018 yang lalu, mortir udara sepanjang 53 cm dan diameter 32 cm ditemukan landasan pacu Bandara Radin Intan II.  Setahun sebelumnya, Pada Tahun 2017, warga di seputar sana juga menemukan mortir yang lain.

DEDI KAPRIYANTO

Rabu, 28 November 2018

Bupati Lampung Tengah Usulkan 5 Ribu Hektare Sawah Baru


PUNGGUR (28/11/2018) – Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto melantik 180 pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di daerah itu. Dia juga mengaku telah mengusulkan rencana membuka ribuan hektar lahan sawah baru.

Pengukuhan dilakukan di aula Kantor Kecamatan Punggur, Rabu, 28 November 2018. Selain bupati hadir juga Kepala Dinas Pertanian Lampung Tengah Rusmadi, camat, kepala kampung , dan seluruh anggota KTNA .

Ketua KTNA Lampung tengah Supriyadi mengatakan bangga dalam pengukuhan ini karena  dihadiri bupati dan pejabat penting lainnya. Pengukuhan KTNA ini diikuti enam kecamatan yaitu Gunungsugih, Punggur, Kotagajah, Seputihbanyak dan Waiseputih .

Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto berharap pengurus KTNA yang baru dikukuhkan untuk bersinergi dalam membangun dan memajukan pertanian Lampung Tengah. Dia juga menjelaskan sudah mengusulkan cetak sawah baru yang letaknya di dua kecamatan yaitu di Bandar Mataram yang luasnya 3.500 Hektar dan Buminabung yang luasnya 1.500 hektar.
“Mudah-mudahan disetujui pemerintah pusat,” kata Loekman.

SIGIT SANTOSO

Pencuri Bawa Golok di SMP Lampung Utara Terekam CCTV

KOTABUMI (28/11/2018) - Dua pelaku pencuri laptop di sebuah sekolah menengah pertama di Kotabumi, Lampung Utara, terekam CCTV. Keduanya membawa golok beraksi sekitar satu jam dan menggasak 9 unit laptop milik SMPN 7 Kotabumi, Rabu dini hari, 28 November 2018.

Pelaku masuk setelah merusak jendela dan masuk ke ruang tata usaha, sekitar pukul 01.30 WIB. Aksi mereka berlangsung sejam, tujuh laptop milik sekolah dan dua milik siswa dimasukan dalam ransel pelaku.

Kepala Tata Usaha SMPN 7 Kotabumi, Budi Hartawan mengatakan, kejadian diketahui pagi hari jam 06.30 WIB saat membuka ruangan. "Semuanya berantakan. Laci-laci, lemari ruang TU terbuka semua, 9 unit laptop hilang," ujarnya.

Budi mengatakan, satu orang pelaku menutupi mukanya dengan cadar agar tak dikenali. Aksi mereka ketahuan meski ruangan gelap karena CCTV menggunakan infrared. "Biarpun gelap bisa menangkap dan merekam," ujarnya. Kejadian tersebut sudah dilaporkan ke polisi dan olah tempat kejadian perkara.

ADI SUSANTO

Sungai Meluap, Pekon di Pesisir Barat Terancam Banjir

PESISIR SELATAN (28/11/2018) - Sungai Way Tenumbang meluap hingga menyebabkan bibir sungai terkikis, sejumlah pohon tumbang, bahkan sebagian bibir jembatan terkikis dan mengkhawatirkan pengguna jalan. Banjir sudah terjadi di Pekon Sukarame, sejumlah rumah terendam air setinggi sekitar setengah meter, Rabu, 28 November 2018.

Meluapnya air sungai akibat hujan lebat di hulu sungai sehingga debit air meninggi. Pekon Sukarame berada di tempat paling rendah sehingga rawan banjir. Warga cemas jika intensitas curah hujan terus meningkat bisa menyebabkan banjir lebih parah di tempat mereka.

"Tahun lalu banjir sampai setinggi dada orang dewasa. Di tempat kami memang sering terjadi banjir kalau air Sungai Way Tenumbang meluap," kata seorang warga.

Warga berharap pemerintah membangunkan talud di tepian sungai agar tidak mudah banjir di tempat mereka.

Camat Pesisir Selatan Riswan Efendi mengatakan, pihaknya sudah mewanti-wanti warga agar waspada karena sewaktu-waktu bisa terjadi banjir besar. "Mudah-mudahan hujan tidak turun deras lagi. Sekarang masih rintik-rintik tapi airnya sudah begini," kata dia.

YUAN ANDESTA

Penyuap Bupati Lampung Selatan Santai Hadapi Tuntutan Jaksa

TANJUNGKARANG (28/11/2018) - Terdakwa penyuap bupati Lampung Selatan, Gilang Ramadhan, tampak santai saat menghadapi pembacaan tuntutan jaksa penuntut umum, di Pengadilan Tipikor, Tanjungkarang, Rabu, 28 November 2018. Gilang dituduh menyuap hingga Rp1,4 miliar untuk mendapatkan 15 paket proyek Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Selatan.

Gilang, Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, Kepala Dinas PUPR Lampung Selatan Anjas Asmara, dan anggota DPRD Lampung Agus Bhakti Nugroho, menjadi terdakwa. Keempatnya ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK beberapa waktu lalu.

Sebelum sidang dimulai, Gilang berpakaian warna biru tenang, sesekali tersenyum dan tertawa kecil berbincang dengan kerabatnya. Mereka menunggu di ruang sidang.

Jaksa Penuntut Umum KPK Wawan Yunarwanto dalam persidangan, menuntut Gilang Ramadhan sebagai Direktur PT Prabu Sungai Andalas dengan hukuman tiga tahun penjara.
Juga denda Rp200 juta subsider 5 bulan kurungan.

"Gilang Ramadan terbukti melakukan perbuatan Pasal 5 Ayat 1 tentang Tindak Pidana Korupsi sesuai dakwaan pertama," kata Wawan.

DEDI KAPRIYANTO

Ditinggal Kerja, Rumah Warga Metro Utara Ludes Terbakar


METRO UTARA (28/11/2018) – Rumah milik warga Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Sukir 73 Tahun terbakar, Rabu 28 November 2018. Kejadian disebabkan pemilik rumah lupa mematikan api sisa memasak nasi.

Rumah Sukir yang beralamat di RT 04 RW 01 Kelurahan Purwosari ini terbakar sekitar Pukul 11.00. Saat kebakaran, sang pemilik rumah sedang tidak berada dikediamannya. Warga yang tahu kemudian berupaya memadamkan api bersam petugas pemadam kebakaran.

Babinsa Metro Utara, Didi P mengatakan, pnyebab kebakaran diduga dari sisa pembakaran kayu yang digunakan untuk memasak. Api merambat ke atap rumah dan merambat ke dapur bagian belakang. “Penghuni rumah sedang pergi kerja sehingga api tidak termonitor lalu merambat keatap rumah,” kata Didi.

HENDY DWI PUTRA

Hutan dan Sungai Rusak, Pemprov Lampung dan PLN Tanam Pohon


KEMILING (28/11/2018) – Pemerintah Provinsi bekerjasama dengan PLN Lampung menanam ribuan pohon di Tahura Wan Abduracchman, Kemiling, Bandar Lampung, Rabu, 28 November 2018. Kegiatan itu dilakukan untuk menjaga hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang semakin rusak.

Secara nasional, penanaman pohon itu juga dilakukan serentak di 22 daerah dengan total 22.000 Pohon. Untuk di Lampung, total pohon yang ditanam 1.200 pohon yang terdiri dari Pohon Trembesi 350 batang, Pinus 350, Ketapang Kencana 350, Cemara 60, Glodokan 60, dan Durian 60 batang. Lokasi tersebut adalah tempat konservasi yang dikelola langsung oleh Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

“Kami saat ini fokus untuk memperbaiki DAS yang kondisinya memprihatinkan, sehingga untuk memulihkan fungsi hutan itu harus dilakukan tutupan lahan, diantaranya melalui penanaman pohon,” kata Kepala Dinas Kehutanan Lampung, Syaiful Bachri.

Kepala DAS Lampung Dustriawan menjelaskan, dari 258 DAS di Lampung, Way Sekampung memiliki kondisi paling memprihatinkan sehingga menjadi prioritas nasional. "Ini salah satu prioritas nasional,” ujarnya.

Senior Manager PLN Unit Induk Distribusi Lampung, Agung Surana mengatakan PLN berkomitmen menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan. “Salah satunya dengan gerakan penanaman pohon,” kata Agung.

JUHARSYAH ISKANDAR

Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung Nyaris Bentrok

SUKARAME (28/11/2018) - Sesama mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, nyaris bentrok di kampus tersebut, Rabu, 28 November 2018. Kejadian bermula protes dugaan kecurangan di salah satu tempat pemungutan suara (TPS), saat Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira). Kecurangan terjadi di TPS Fakultas Tarbiyah.

Protes salah satu kubu mahasiswa panas hingga terjadi perusakan TPS karena tidak puas.
Diduga kecurangan dilakukan salah satu kubu dengan menggunakan hak pilih lebih dari satu kali. Suasana makin panas lagi, masing-masing kubu mahasiswa berkumpul di salah satu tempat seakan hendak terjadi penyerangan.

Teriakan beberapa mahasiswa mengakibatkan satu kubu berjumlah puluhan mahasiswa menyerang ke tengah lapangan di Fakultas Tarbiyah. Mahasiswi yang menonton panik dan berteriak histeris, karena menduga ada kericuhan.

Suasana makin mencekam karena petugas kepolisian mengeluarkan tembakan peringatan ke udara untuk menghalau dan menahan dua kubu mahasiswa agar tidak saling bertemu.

"Mundur, mundur, kembali ke tempatnya masing-masing," teriak seorang petugas sambil mengacungkan senjata apinya.

Penyerangan tidak terjadi, kedua kubu akhirnya mengirimkan perwakilannya untuk bermusyawarah. Namun, mahasiswa lain berdatangan ke tempat tersebut dan masih ketakutan jika terjadi bentrok.

Tensi tinggi sedikit demi sedikit menurun, kedua kubu bisa meredam emosi mahasiswa pendukungnya. Suasana kampus normal dan kondusif lagi menjelang siang hari.

Pemilihan Raya Mahasiswa di UIN Raden Intan diikuti ribuan mahasiswa untuk memilih presiden mahasiswa, gubernur fakultas, dan bupati jurusan.

AFNAN HERMAWAN

Bupati Lampung Utara: Pecat Pejabat Buang Sampah Sembarangan

KOTABUMI (28/11/2018) - Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara mengancam memberikan sanksi tegas bagi pejabat dan pegawai di daerah itu, jika kedapatan membuang sampah sembarangan. Bahkan, ia akan memburu hingga ‘ke lubang semut sekali pun‘ mobil berpelat merah yang ketahuan membuang sampah sembarangan di jalan.


Bupati, menegaskan jika yang melakukan itu para pejabatnya yang menggunakan mobil berplat dinas, maka sanksi tegas diberlakukan. "Jabatannya saya copot dan mobilnya ditarik,” ujarnya.


“Kemarin saya berkeliling bersama istri mengecek satu persatu perubahan di Lampung Utara, di perjalanan saya lihat masih ada masyarakat buang kulit kacang di jalan saat petugas kebersihan menyapu jalan,” katanya, saat Hari Kesehatan Nasional, di halaman parkir Stadion Sukung Kotabumi, Rabu, 28 November 2018.

Agung mengatakan, kesadaran masyarakat Lampung Utara harus kembali digugah, Jika tiap hari hanya pemerintah yang menggalakan bersih-bersih tapi tak didukung masyarakat, semua sia-sia.

ADI SUSANTO

Harga Singkong di Lampung Tengah dan Mesuji Turun



WAYPENGUBUAN (28/11/2018) – Harga singkong di Lampung Tengah mengalami penurunan dari sekitar Rp1.500 per kilo gram menjadi Rp1.220. Padahal stoknya tergolong langka.

Seperti di Candirejo, Lampung Tengah. Penurunan harga singkong cukup terasa baik ditingkat petani, lapak maupun pabrik. Dengan harga segitu, keuntungan petani sangat kecil. Sebab harga pupuk sangat mahal dan terkadang langka.

“Sekarang harga singkong di Lampung Tengah Rp1.220. Sebelumnya Rp.1.500 per kilo,” kata Hendro, pemilik lapak singkong, Rabu, 28 November 2018.

Hal senada dikatakan pemilik lapak singkong di Moro-moro, Mesuji, Sahrul. Menurutnya, harga singkong di Mesuji dalam beberapa hari terakhir berkisar Rp1300/KG. “Sekarang sekitar Rp1.300. Kalau sebelumnya bisa mencapai dua ribuan,” kata Sahrul.

ZEN SUNARTO 

Penjual Cula Badak Miliaran Diringkus di Pesisir Barat

BANDARLAMPUNG (27/11/2018) – Enam orang sindikat penjual cula badak, seorang di antaranya mengakui TNI, diringkus di Hotel Sempana Lima, Krui, Pesisir Barat. Mereka hendak menjual organ satwa dilindungi tersebut Rp4 miliar.

Agus Hartono, Kasatgas Polhut TNBBS, di Polda Lampung, Selasa, 27 November 2018 mengatakan mereka menyita cula badak Sumatera berukuran 28 cm, berat 200 gram. “Rencananya dijual Rp20 juta per gram,” katanya.

Enam sindikat yang ditangkap berasal dari Bengkulu. DMS, pria berusia 48 tahun dari Kaur, AS, lelaki berusia 34 tahun dari Padang Hangat,  Sa, warga Pasar Lama, No, teman DMS. Seorang lagi berinisial AKH,  penduduk Campang, Tanggamus; dan seorang mengaku Sertu M, anggota TNI, pengawal dari Bengkulu.

Kelima sindikat penjual organ hewan dilindungi tersebut ditahan di Polda Lampung. Sedangkan seorang mengaku anggota TNI diperiksa di Makorem 043 Garuda Hitam, Bandarlampung. Keenamnya ditangkap Senin, 26 November 2018 pukul 16.00.

PANDAWA AF

Guru SD 29 Bagelen Pesawaran Akui Sebut Siswanya Tolol

GEDONGTATAAN (27/11/20118) – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran Drs. Fauzan Suadi mengatakan guru SD 29 Bagelen, Gedongtataan, sudah membuat surat permintaan maaf karena menyebut seorang siswanya tolol dan bodoh.


Fauzan mengatakan Sekretaris Dinas Pendidikan sudah memanggil guru tersebut dan segera membuat surat teguran. Namun ia mengakui, hingga Senin, 26 November 2018, pihaknya belum bertemu dengan anak dan keluarganya.

Kepala Dinas Pendidikan mempersilakan wali anak itu pindah sekolah. Jika masih tetap di SD 29 Bagelen, guru harus membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.

Hingga Selasa, 27 November, anak yang duduk di kelas VI SD 29 Bagelen sudah 2 bulan tak sekolah karena malu disebut tolol dan bodoh. Siti Masitoh,  ibu sang bocah, juga diancam Rp250 juta jika mengungkapkan perihal tersebut kepada publik.

IWANSYAH

Wali Band Hibur Costumer Gathering Pelabuhan Panjang

BANDARLAMPUNG (27/11/2018) – Wali Band menghibur acara Customer & Stakeholder Gathering IPC Panjang, yang pada tahun ini bertajuk “We Grow Together” di Hotel Novotel Bandarlampung, malam Rabu, 27 November 2018.

Wali Band membawakan  lebih dari lima lagu anyar dan favoritnya. Peserta Customer & Stakeholder Gathering IPC Panjang pun umumnya  mengambil posisi berjoget daripada duduk di kursi yang disediakan.

General Manager  Drajat Sulistyo mengatakan pihaknya mengumpulkan customer dan stakeholder untuk sama-sama bangkit.  Panjang saat ini pelabuhan terbesar kedua setelah Tanjung Priok, melayani 85 persen internasional.

Hingga Oktober 2018, demikian Drajat, IPC Panjang tumbuh 20 persen, namun baru 30 persen fasilitas pelabuhan yang terpakai. “Jika terpakai 65 persen saja, perkembangan ekonomi di Lampung akan luar biasa,” katanya.

JUHARSA ISKANDAR

Selasa, 27 November 2018

KH Ma'ruf Amin di Lampung: Tak Masalah Ahok Bergabung

TALANGPADANG (27/11/2018) – KH Ma’ruf mengatakan tidak masalah jika Ahok bergabung dengan PDI Perjuangan . “Itu hak dia, “ kata cawapres Jokowi itu di Pesantren Modern NU Talangpadang, Selasa, 27 Novgember 2018.

Hadir sebagai penceramah dalam Maulid Nabi, KH Ma’ruf mengatakan ia menjadi cawapres Jokowi karena yakin pilar bangsa ini terdiri dari nasionalis dan Islam. "Akan sangat baik jika dicerminkan dalam kepemimpinan nasional," katanya.

Dalam ceramahnya, KH Ma'ruf Amin juga menyebut media sosial sebagai tsunami di bidang teknologi, yang di dalamnya terdapat hoax. “Saya aja dibilang KH Ma'ruf isterinya delapan,” katanya.

Hadir dalam Maulid Nabi itu Wakil Bupati AM Syafii, mantan Bupati Tanggamus H. Samsul Hadi, pengurus Pesantren NU, dan seratusan ibu-ibu pengajian.

AFNAN HERMAWAN

DPRD Mesuji Sidang Paripurna Rancangan APBD Tahun 2019

MESUJI (27/11/2018) -  DPRD Mesuji menggelar Sidang Paripurna Penyampaian Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019 di Gedung DPRD Mesuji, Wiralaga Mulya, Selasa, 27 November 2018.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Mesuji Saply TH, mewakili Bupati Mesuji Khamami, menjelaskan Rancangan APBD Tahun 2019 Rp1,087 Triliun, naik Rp140 miliar, dengan pendapatan Daerah Rp893 miliar, naik sebesar Rp27 miliar dari APBD Tahun 2018.

Adapun pengeluaran terdiri dari Belanja Tidak Langsung Rp.434 miliar, Belanja Langsung Rp653 miliar. Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp195 miliar berasal dari SILPA Tahun 2018.

Wakil Bupati mengatakan Pemerintah Kabupaten menyadari tidak menampung  semua usulan dan kebutuhan karena kemampuan keuangan yang terbatas. “Sementara permasalahan yang harus ditangani masih cukup banyak,” katanya.

SUPRIYONO

Kepala Gudang Ditangkap saat Syukuran Anak di Lampung Utara

ABUNG SELATAN (27/11/2018) -  Kepala gudang sebuah perusahaan air minum dalam kemasan, ditangkap ketika sedang merayakan acara akikah anaknya, di Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Ben dituduh menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp70 juta.

Di hadapan penyidik, Ben, Selasa, 27 November 2018, menyesali perbuatannya dan terpaksa melakukanya karena menutupi keuangan perusahaan. Perbuatan ini dilakukannya sudah lama, dan baru diketahui saat audit perusahaan. "Saya lakukan atas inisiatif sendiri,” ujarnya.

Kapolsek Abung Selatan AKP Sukimanto, mengatakan, tersangka ditangkap berdasarkan laporan warga. "Kita tangkap ketika mengadakan acara akikahan di rumahnya. Ia diduga menggelapkan uang dengan modus berpura-pura kehilangan uang setoran," katanya.

ADI SUSANTO   

Sidak, Wakil Bupati Tanggamus Beri Sanksi Pegawai Talangpadang


TALANGPADANG (27/11/201) – Wakil Bupati Tanggamus AM Syafei melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Puskesmas Talangpadang, Selasa, 27 November 2018. Pegawai yang terbukti tidak disiplin diberikan sanksi berupa pindah tugas.

Sidak dilakukan wakil bupati didampingi Asisten III Firman Rani, dan Sekretaris Dinas Kesehatan Taufik. Mereka masih menemukan pegawai yang tidak disiplin baik dari absensi, maupun uraian tugas. Padahal sebelumnya Bupati Dewi Handajani sudah melakukan sidak di tempat itu

“Ini lanjutan dari sidak Ini lanjutan dari sidak, tapi masih ada yang belum berubah,” kata Wakil Bupati.

ASN maupun Non ASN yang melanggar disiplin akan dilakukan pembinaan terlebih dahulu. Namun jika tidak berubah maka dipindah tugas (mutasi). “Disiplin itu harus tulus, bukan kalau ada sidak aja,” tegasnya.

AFNAN HERMAWAN

Wine Coffee Kreasi Petani Kopi Lampung Barat

LIWA (28/11/2018) - Hernawan, seorang petani kopi Lampung Barat bisa berkreasi dengan kopi. Ia membuat kopi rasa baru dan bisa dinikmati siapa saja pecinta kopi. Wine Coffee. Kopi berasa dan aroma alkohol tapi tidak memabukan dan berbahaya bagi tubuh.

Produk Hernawan ditampilkan saat Focus Group Discussion (FGD) membangun ekonomi kreatif berbasis komoditi kopi Kabupaten Lampung Barat, di Aula Kagungan, Liwa, Selasa, 27 November 2018.

Hernawan menuturkan, kopi tersebut berasal dari campuran kulit kopi yang difermentasi selama beberapa hari. "Rasanya seperti wine, tapi beraroma kopi dan lebih nikmat," katanya.

Sementara itu, dalam acara FGD, Kadis Perkebunan dan Peternakan Lampung Barat, Tri Umaryani mengatakan, acara tersebut bertujuan membangkitkan kreativitas masyarakat meningkatkan nilai tambah kopi melalui produksi, mutu, dan produk turunannya.

Acara ini juga, katanya, diikuti seratusan petani dan pihak yang terlibat dalam kopi, termasuk produser film dan pemerhati kopi nasional.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Lampung Barat menyerahkan penghargaan kepada petani kopi robusta Liwa (Korolla) karena meraih penghargaan Bronze Gourmet.

AHMAD SIKOTRI/LILIANA P


Tikus dan Virus Serang Ratusan Hektar Tanaman Padi Lampung Barat


KEBUN TEBU  (27/11/2018) – Ratusan hektar tanaman padi di Pekon Muarajaya II, Kecamatan Kebun Tebu, Lampung Barat diserang tikus dan virus, Selasa, 27 November 2018. Akibatnya, tanaman yang berumur sekitar dua bulan itu gagal panen.

Selain diserang tikus, virus yang belum ditemukan obanya juga menyerang tanaman padi milik para petani. Bakteri itu menyerang bagian akar sehingga tanaman padi tidak sehat dan tidak mampu berbuah. “Kalau virusnya menyerang akar. Kita belum nemeukan obatnya,” kata salah seorang petani padi Arpendi Sanusi.

Menurut Arpendi, serangan tikus dan virus itu sudah berlangsung selama dua tahun belakangan ini. Padi yang di tanam mati dan membusuk terserang penyakit dan serangan tikus. “Harapannya ada bantuan obat dan solusi lain dari pemerintah,” ujarnya.

Kabid Tanaman Pangan Lampung Barat Cik Agus mengatakan, setelah mendapat laporan dari petani pihaknya langsung bertindak dengan mendatangi lokasi serta memberikan bantuan obat. “Sudah dua hari lalu, nanti juga ada petani yang kesini,” kata Cik Agus.

AHMAD IKOTRI DAN LILIANA P

Siswa SD di Lampung Utara Dilatih Hadapi Bencana

KOTABUMI (27/11/2018) -  Siswa Sekolah Dasar Negeri 4 Tanjung Aman, Kotabumi, Lampung Utara diberi pelajaran menghadapi bencana alam. Mereka juga mendapatkan cara upaya yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi, banjir, atau angin puting beliung. Sosialisasi tersebut diberikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Utara, Senin, 26 November 2018.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lampung Utara, Mery Edyalis EF mengatakan, kegiatan itu kegiatan rutin memberitahukan dan memberikan pengetahuan bencana alam. Selain di sekolah dasar, sosialisasi juga diberikan kepada siswa sekolah menengah pertama dan menengah atas serta masyarakat umum.

”Kita tak tahu kapan bencana akan terjadi, tapi dengan sosialisasi ini setidaknya anak-anak tahu apa yang harus mereka lakukan jika terjadi bencana," ujarnya.

Kepala SDN 04 Tanjung Aman, Dahliati mengatakan, sosialisasi tersebut bermanfaat bagi muridnya, karena mendapat pengetahuan bencana dan langkah yang harus dilakukan jika terjadi.

ADI SUSANTO

Pencuri Sepeda Motor Dikepung Warga Kotabumi Lampung Utara

KOTABUMI (27/11/2018) - Seorang tersangka pencuri sepeda motor nyaris menjadi bulan-bulanan warga Rejosari, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, Senin malam, 26 November 2018. Namun, seorang tersangka lagi berhasil kabur menggunakan sepeda motor. Keduanya kepergok saat hendak membawa Yamaha Mio GT bernomor Polisi BE 4222 JN, di halaman rumah  Andika Saputra.

Aksi kedua maling itu pertamakali diketahui kakak korban saat akan mengambil motor tersebut. Sontak kakak Andika berteriak dan mengundang warga untuk mengejar mereka. Keduanya berhasil kabur tapi menabrak anak-anak sehingga motor yang dikendarainya  terjatuh.

Andika Saputra, korban menuturkan, tersangka yang tertangkap berpakaian coklat, sedangkan yang kabur berpakaian hitam. "Yang tertangkap sempat dipukulin warga tapi polisi langsung membawanya,” ujar dia.

ADI SUSANTO

 
×
×
data-ad-slot="9110068254" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">