Erupsi terjadi saat tim BKSDA Lampung melakukan patroli.
Hembusan abu vulkanik terpantau membumbung tinggi dan terbawa angin hingga ke
permukiman di Pulau Sebesi dan wilayah Kalianda, Kabupaten Lampung
Selatan.Dampaknya, aktivitas nelayan pesisir terganggu.
Sejumlah nelayan menghentikan sementara aktivitas melaut
demi keselamatan.Seorang nelayan di Dermaga Bom Kalianda, Deni, mengatakan
sebaran abu sudah terlihat di perairan Pulau Sebesi.
Jalur tangkap nelayan yang berada di sekitar Pulau Sebesi,
Pulau Sebuku, hingga mendekati Gunung Anak Krakatau terpaksa dihindari.
Warga Pulau Sebesi juga mendapat arahan untuk bersiap
evakuasi jika aktivitas erupsi terus membesar.
Menindaklanjuti hal itu, Pemkab Lampung Selatan menggelar
rapat koordinasi bersama Forkopimda dan instansi terkait untuk mitigasi
bencana.
Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, mengatakan
aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dengan peningkatan signifikan
sejak kemarin, berdasarkan pemantauan pihak berwenang.
Pemkab telah membentuk tim khusus, memetakan titik kumpul
evakuasi, serta menyiagakan armada Damkar, ambulans, dan posko kesehatan.
Bersama Sekda, Pemkab juga mengutus tim untuk meninjau
langsung dampak abu vulkanik di Pulau Sebesi.
Hasil pemantauan terakhir menyebutkan kondisi di Pulau
Sebesi berangsur kondusif.Pemkab mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, untuk
tidak mendekati pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mematuhi arahan
petugas.






0 comments:
Posting Komentar