MESUJI (11/1/2026) – Sedikitnya 370 rumah dan ribuan hektare lahan pertanian dan perkebunan di tiga kecamatan Mesuji terendam banjir dalam dua hari terakhir, karena hujan terus-menerus mengguyur kawasan tersebut sejak Kamis, 8 Januari 2026.
Hingga Minggu, 11 Januari 2026, baru sebagian kawasan permukiman yang sudah kering. Genangan air masih tampak di sejumlah titik, dengan ketinggian selutut hingga satu meter.
Adapun ribuan lahan pertanian dan perkebunan di Kecamatan Way Serdang, Tanjung raya, dan Simpang Pematang, masih belum terjangkau, karena ketinggian genangan antara setengah hingga dua meter.
Meluapnya sungai Mesuji ke tiga kecamatan juga berimbas genangan air di Jalan Lintas Timur. Ketinggian air di permukiman warga masih antara selutut hingga satu meter.
Banyak dari warga, termasuk anak-anak, menjadikan banjir sebagai wahana liburan pada hari Minggu, dengan berenang di sekitar permukiman mereka. Sebagian membawa peralatan, namun umumnya bermain tanpa pengaman, karena mereka sudah terbiasa dengan sungai.
Hingga Minggu siang, pengemudi yang melintas di tiga kecamatan, di Jalan Lintas Timur Mesuji, masih berhati-hati membawa kendaraannya, karena genangan di sejumlah titik.
Kepala Dinas BPBD Mesuji Budi Nainggolan menyebut, banjir sudah surut jika dibandingkan dengan sehari atau dua hari sebelumnya. Namun, ia mengingatkan warga tetap berhati-hati, karena sesuai dengan ramalan BMKG, curah hujan masih tinggi di kawasan sekitar.
Budi Nainggolan menyebut, selama tiga hari terakhir, rumah terdampak kebanjiran di Kecamatan Tanjungraya, Simpang Pematang, dan Way Serdang, mencapai 370 unit, sawah 1.950 hektare, karet 468 hektare, dan sawit 275 hektare.
SULISTIONO






0 comments:
Posting Komentar