Kendaraan terpaksa melambat, sementara cipratan air masuk ke halaman kantor serta pertokoan sepanjang jalan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.
Banjir jalan ptotokol bukan kejadian pertama. Setiap hujan turun, genangan kembali muncul karena air drainase meluap.
Banjir jalan protokol ditinjau Wakil Bupati Lampung Utara Romli bersama anggota DPRD dan dinas terkait. Banjir diketahui akibat saluran drainase penuh sampah dan endapan lumpur yang menghambat aliran air hingga meluap ke badan jalan.
Pemerintah daerah menilai genangan air meluap ke jalanan gegara drainase tidak berfungsi. Dinas teknis diminta segera melakukan pembersihan serta perbaikan saluran air.
Selain mengganggu aktivitas masyarakat, banjir berulang-ulang dikhawatirkan mempercepat kerusakan infrastruktur jalan serta membahayakan keselamatan lalu-lintas.
Pemerintah juga menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi salah satu faktor utama tersumbatnya drainase.
ADI SUSANTO






0 comments:
Posting Komentar