Selasa, 27 Oktober 2026
Gerebek 2 Lokasi di Mesuji Timur, Polisi Sita 230 Ekstasi, Sabu, dan Senpi Rakitan
Nekat Lawan Petugas, DPO Penembakan & Raja Curanmor Tewas Didor Tekab 308
43 Siswa SD di Tanggamus Keracunan MBG, Mual-Muntah Massal Malam Hari
Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus, dr. Herry Novrizal
mengatakan, para siswa mengonsumsi paket MBG dari SPPG Pekon Pariaman saat jam
istirahat sekitar pukul 14.30 WIB.
Gejala mual dan muntah mulai muncul sekitar pukul 18.30 WIB,
setelah dilaporkan oleh bidan desa di Dusun Campang, Pekon Kedaloman. Hingga
pukul 21.15 WIB, jumlah siswa terdampak tercatat 43 orang.
Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di
Puskesmas Kedaloman, Puskesmas Talang Padang, dan Puskesmas Gisting.
AFNAN HERMAWAN
Senin, 26 Oktober 2026
Guru Ponpes di Lampung Utara Jadi Tersangka Pencabulan Lima Santriwati
Minibus Hantam Fuso Mogok, 6 Tewas Termasuk Polisi!
Bejat! Marbot Masjid 75 Tahun Cabuli Gadis Disabilitas di Gudang Masjid
Kanit PPA Satreskrim Polres Lampung Selatan, Ipda Sigit
Ponco Winarno, mengatakan kasus terungkap setelah warga memergoki pelaku
beraksi di gudang masjid pada 1 Oktober lalu.
Usai dipergoki, JS sempat melarikan diri ke Bandar Lampung.
Polisi kemudian menangkapnya di kediamannya pada Rabu (21/10) dini hari.
Hasil pemeriksaan, pelaku mengakui telah melakukan
pencabulan dan persetubuhan terhadap korban sebanyak lima kali di lokasi yang
sama."Tersangka mengenal dan bertetangga dengan korban, serta mengetahui
kondisi disabilitas mental korban," kata Sigit.
Saat ini pelaku ditahan di Rutan Mapolres Lampung Selatan.
Ia dijerat Pasal 6 huruf c UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang TPKS juncto Pasal 473
ayat (1) KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.
Sabtu, 24 Oktober 2026
Korupsi Rp2,9 Miliar, Tiga Pejabat Lampung Utara Terancam 9 Tahun Bui!
BRIDA Lampung Barat Genjot Tiga Program Unggulan, Riset Didorong Hasilkan PAD
Kepala Brida Lampung Barat, Nowo Wibawono, mengatakan sejak
menjabat pada Oktober 2025, pihaknya fokus menjalankan tiga program strategis
yakni pengembangan Geopark Kaldera Suoh, Kampus Lapangan Geologi, dan teknologi
kultur jaringan di Kebun Raya Liwa (KRL).
"Tiga program ini kami siapkan agar potensi geologi,
pendidikan, hingga konservasi di Lampung Barat bisa memberikan manfaat nyata
bagi masyarakat," ujarnya.
1. Geopark Kaldera Suoh Terus Digenjot
Pengembangan Geopark Kaldera Suoh telah berjalan sejak 2022.
Kawasan ini dinilai memiliki potensi geologi luar biasa yang bisa dikembangkan
melalui riset, edukasi, konservasi, dan pariwisata berbasis alam.
Brida menargetkan, dengan pengelolaan berkelanjutan dan
promosi yang masif, Kaldera Suoh tidak hanya dikenal luas, tetapi juga mampu
menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar melalui sektor wisata dan UMKM.
2. Kampus Lapangan Geologi Gandeng 6 Universitas Ternama
Program kedua adalah Kampus Lapangan Geologi. Fasilitas ini
disiapkan sebagai pusat pembelajaran dan penelitian kebumian langsung di
lapangan.
Saat ini Brida telah menjalin kerja sama dengan enam
perguruan tinggi ternama, yaitu UGM, Unsri, ITERA, Unja, Unila, dan
Unpad.Keberadaan kampus lapangan ini diharapkan mengukuhkan Lampung Barat
sebagai laboratorium alam geologi Indonesia.
Dampak ekonominya pun diharapkan terasa dari kebutuhan
akomodasi, transportasi, hingga konsumsi bagi mahasiswa dan peneliti yang
datang.
3. Kultur Jaringan di Kebun Raya Liwa Jadi Primadona
BaruTerobosan paling strategis ada di Kebun Raya Liwa. Brida tengah menyiapkan
pengembangan teknologi kultur jaringan tanaman.
Kebun Raya Liwa sendiri diketahui menyimpan kekayaan flora
langka, seperti Pakis Ekor Monyet, 41 jenis tanaman obat, hingga Taman Araceae
atau Taman Anggrek.
Berbeda dengan perbanyakan konvensional melalui biji atau
stek, kultur jaringan memanfaatkan bagian kecil daun dalam kondisi terkontrol
untuk menghasilkan bibit dalam jumlah besar, seragam, dan berkualitas.
"Teknologi ini tidak hanya untuk konservasi, tapi juga
berpeluang menjadi sumber ekonomi baru jika produksi bibitnya bisa memenuhi
permintaan pasar," jelas Nowo.
Untuk mematangkan program ini, Brida menggandeng ahli dari
FMIPA Universitas Lampung, Prof. Endang Linirin dan Prof. Endang Nurwijayanti.
Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat kajian ilmiah,
menentukan jenis tanaman potensial, serta meningkatkan kapasitas SDM lokal.
Nowo menegaskan, keberhasilan riset tidak boleh berhenti di
atas kertas. Hasil riset harus bisa diaplikasikan dan dirasakan langsung oleh
masyarakat Lampung Barat.
LILIANA PARAMITA
Kamis, 22 Oktober 2026
Satu Hektare Lahan Belukar di Batu Brak Lampung Barat Terbakar
Api yang dipicu pembakaran sampah oleh warga dengan cepat
membesar akibat angin kencang dan kemarau panjang. Lokasi kebakaran yang berada
di kawasan pegunungan dengan akses terjal menyulitkan mobil pemadam kebakaran
untuk mencapai lokasi.
Berkat kesigapan warga Pemangku Way Salang yang bergotong
royong memadamkan api dengan peralatan seadanya, kobaran api berhasil
dikendalikan sebelum merembet ke perkebunan warga.Peratin Pekon Sukabumi,
Alamsyah membenarkan kejadian tersebut.
Ia menyebut api
diduga berasal dari pembakaran sampah yang ditinggalkan pemiliknya.Ia mengimbau
masyarakat agar tidak membakar sampah di dekat area perkebunan, mengingat
kondisi kemarau panjang sangat rentan memicu kebakaran.