Jumat, 01 April 2022

Warga Bali Rayakan 60 Tahun Masuk SB Lampung Tengah

SEPUTIH BANYAK (31/3/2022) - Aktivitas warga Kampung Suwastika Buana, Seputih Banyak, Lampung Tengah, seolah berhenti sejenak ketika mereka merayakan Karya Ngenteg Linggih atau semacam perayaan 30 tahunan mensyukuri menempati wilayah baru setelah transmigrasi dari Bali pada Tahun 1962.

Karya Ngenteg Linggih yang diselenggarakan Pura Puseh dan Pure Dalam merupakan kedua kali. Pertama dilaksanakan dengan tajuk Tawur Agung pada Tahun 1988.

Berlangsung sejak 6 Maret lalu hingga 10 April 2022 mendatang, puncak acara dilaksanakan pada Kamis, 31 Maret. Rangkaian acara yang sudah dilewati antara lain newasan karye, mebratan, nyamuh gede,  Ngingsah Nyangling, melasti, mepepade, dan taur kesange pada sehari sebelumnya.

Puncak acara Karye Karye Agung Mamungkah Ngenteg Linggih di pura Puseh dan balai agung dimulai dari pagi hari, dengan Mendem Pedagingan atau penaman panca datu sebagai dasar tempat ibadah agar kokoh dan sakral.

Setelah itu dilanjutkan dengan tarian tombak, tari Rejang Dewa, tari rejang renteng, wayang lemah, tari topeng pajek,  yang mengisahkan asal usul pura dan manfaatnya secara utuh kepada warga Bali di Lampung Tengah.

Acara berakhir dengan sembahyang bersama yang dipimpin tiga pendeta dari Jakarta, Lampung Tengah, dan Lampung Timur. Seperti saat masuk, air suci diberikan dan dipercikkan kepada setiap umat yang datang.

Ketua Panitia Made Suwirta, S.Pd mengatakan tujuan acara minimal dua. Meminta kepada Yang Maha Kuasa untuk menghentikan pandemi covid-19 dan memohon umat selalu selamat dan bumi dusucikan.

I Wayan Mupu, tokoh adat Kampung Suwastika Buana, mengatakan acara tersebut dilaksanakan sebagai rasa syukur menempati wilayah di sana sejak mereka transmigrasi ke Lampung Tengah pada Tahun 1962.

Kepala Kampung Suwastika Buana Made Rimbawa Putra mengatakan Pemerintah Desa mensuport habis acara tersebut karena hampir 100 persen warga di sana beragama Hindu. Ia bergembira karena satu dari 16 rangkaian acara dihadiri Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad.

Dalam acara tersebut panitia juga membuat stand adat dan kesehatan, yang dilayani oleh Puskesmas setempat.


MUHAMMAD FARID 

0 komentar:

Posting Komentar