Selasa, 30 November 2021

Kisah di Balik Massa Lampung Timur Nyaris Serang Tanjung Bintang

BANDARLAMPUNG (29/11/2021) -  Rencana amuk massa dari Gunung Sugih Besar, Sekampung udik, Lampung Timur ke Sindangsari, Tanjung Bintang, Lampung Selatan, pukul 20.30, malam Senin 28 November 2021, ternyata karena tidak mengetahui penyebab seorang warga mereka meninggal di sana dan mereka mengenalnya sebagai pelajar yang baik.

Hasan, orang tua pelajar yang meninggal, mengatakan, menurut sepengetahuannya, anaknya itu PKL sejak sebulan lalu di Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Ia baru mengetahui puteranya meninggal setelah bertanya ke Polsek Sekampung udik.

Warga Gunung Sugih Besar itu meminta Polsek Tanjung Bintang mengusut kematian anaknya, karena menurut sepengetahuannya selama ini berkelakuan baik dan sering membantu keluarga dengan menjadi pekerja pengupas singkong.

Nurdin, pengawas pekerja pengupas singkong di Sekampung udik, mengatakan pelajar tersebut selama ini membantu ibunya bekerja. Posisi remaja itu digantikan ayahnya karena sedang PKL di Tanjung Bintang.

Hafid, guru pembimbing PKL, membenarkan pelajar tersebut sedang PKL di Tanjung Bintang. Ia termasuk kaget mendengar remaja itu meninggal dikeroyok dengan dugaan mencuri di Sindangsari, Tanjung Bintang, Lampung Selatan.

Warga Sindangsari, Tanjung Bintang, Lampung Selatan, menggiatkan siskamling usai peristiwa pelajar dihakimi massa. Warga segera berkumpul jika ada orang lain masuk lingkungan, termasuk saat didatangi para jurnalis.

Budi, salah seorang warga Sindangsari, mengatakan ketiga warga Lampung Timur itu dipergoki petugas siskamling saat mencongkel rumah Prastowo. Ia memperlihatkan bekas congkelan di pintu bagian depan.

Warga Dusun 1 A Sindangsari itu menyebut ketiganya memakai cadar dan masing-masing membawa senjata tajam.

Warga, kemudian, berkumpul. Ketiga orang yang dicurigai mencongkel pintu rumah Prastowo kocar-kacir, dua berhasill kabur, seorang lagi menjadi bulan-bulan massa hingga meninggal.

Pemilik rumah Prastowo mengatakan ia sedang tertidur dan ditelepon saat massa memergoki pencuri hendak masuk ke rumahnya. Ia hendak keluar, tetapi tidak diperbolehkan isterinya.

Kapolsek Sekampung udik Iptu Eko Budiarto, Senin 29 November 2021, mengatakan kondisi sudah kondusif kembali di Sekampung udik. Ia tidak melihat ada massa berkumpul lagi untuk bergerak ke arah Desa Sindangsari, Tanjung Bintang, Lampung Selatan.

Kapolres Lampung Selatan AKP Edwin mengatakan pihaknya sudah mengetahui identitas dua warga Sekampung udik yang diduga mencuri dan sedang menyidik warga terlibat dalam pengeroyokan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan polisi mengetahui peristiwa sejak awal, termasuk saat jenazah sang pelajar dibawa ke RS Bhayangkara dan menyerahkannya kepada keluarga.

Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad meminta kedua belah pihak menyerahkan persoalan dugaan pencurian dan pengeroyokan massa kepada Polsek, Polres, dan Polda Lampung.


JUHARSA. DIYON SAPUTRA, GELLY,  NAHODA, DAN BENI

0 komentar:

Posting Komentar