Jumat, 23 September 2022

BBM Naik, Tarif Kapal Bakauheni-Merak juga Diminta Naik

BAKAUHENI (22/9/2022) - Kenaikan harga BBM mulai berdampak pada pelaku transportasi di Pelabuhan Bakauheni dan Merak. Puluhan pengurus dan anggota Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan atau Gapasdap unjuk rasa di Merak, sementara para sopir berharap harga tiket tetap.

Rencana kenaikan tiket penyeberangan sudah tersebar sejak beberapa hari lalu dan disebut-sebut akan berlaku mulai 19 September 2022.  

Humas ASDP Pelabuhan Bakauheni, mengatakan, hingga Kamis, 22 September 2022, pihaknya belum memberlakukan kenaikan tarif karena belum ada surat resmi dari Kementerian Perhubungan.

Dalam selebaran yang beredar sejak pekan lalu, rencana kenaikan umumnya di atas 10 persen. Penumpang dewasa naik dari 19.500 menjadi 25.025, atau naik 20 persen, sepeda motor naik dari 54.500 menjadi 62.000, atau naik 14%.

Mobil Pribadi naik dari 419.000 menjadi 499.000 atau naik 19 persen. Pikup naik dari 388.000 menjadi 464.00 atau naik 20 persen. Colt Diesel naik dari 724.00 menjadi 822.00 atau naik 14 persen. Bus naik dari 1.388.500 menjadi 1.610.500 atau naik 16 persen. Fuso naik dari 1.113.000 menjadi 1.319.000 atau naik 19 persen.

Karena tidak jadi naik pada 19 September 2022, Gapasdap Merak pun unjuk rasa ke Kantor Balai Pengelola Transportasi Darat  atau BPTD Wilayah VIII Banten, Cilegon, Kamis, 22 September 2022.

Sekretaris Jendral DPP Gapasdap Aminudin Rifai menyebut kenaikan BBM menaikkan modal transportasi dari 10 hingga 14 persen. Kalau tidak naik, mereka khawatir tidak bisa mengoperasikan kapal.

Namun bagi para sopir truk kenaikan tarif kapal dan kenaikan BBM akan membuat mereka bekerja tanpa hasil. 

Aldi, seorang sopir truk mengatakan, kenaikan BBM dan tarif penyeberangan akan membuat pengusaha juga menaikkan tarif angkutan, yang berdampak terhadap kenaikan harga barang, yang juga akan dirasakan pekerja transportasi.

Hal yang sama dinyatakan Sidin, seorang sopir truk lain, yang menyebut sejak kenaikan BBM, pemilik angkutan masih bingung dalam menentukan tarif, karena penyesuaiannya akan mencakup ke banyak sektor.

Kedua sopir truk itu yakin kenaikan BBM dan tarif penyeberangan tidak mengubah gaji mereka. Pemilik angkutan hanya menoleransi uang solar dan tiket kapal.

ROY SHANDI

0 komentar:

Posting Komentar