Senin, 09 Mei 2022

Curhat Nelayan Terkena Tsunami 2018 di Lampung Selatan

KALIANDA (9/5/2022) -  Tsunami 22 Desember 2018 sudah tiga tahun lebih berlalu. Namun setiap Lebaran tiba atau melihat Gunung Anak Krakatau meletus lagi, kenangannya selalu bangkit kembali bagi sejumlah nelayan Sukaraja, Rajabasa, Lampung Selatan.

Selain kehilangan keluarga, rumah rusak, setidaknya 128 perahu nelayan Sukaraja hancur akibat Tsunami 22 Desember 2018. 

Para nelayan selalu berusaha bangkit, karena hanya dari melautlah mereka menghidupi isteri dan anak. Dengan berbagai cara, termasuk mengutang, mereka kini sudah memiliki perahu lagi.

Yang membuat sejumlah nelayan sakit hati, janji bantuan kapal hingga empat tahun kemudian hanya tinggal janji.

Sukri, salah seorang nelayan, mengatakan kapalnya juga rusak saat tsunami, tetapi hingga Mei 2028, sepersen bantuan pun ia tidak dapat. 

Berlian, nelayan lain, menyebut hal yang sama. Kapalnya juga rusak. Mereka pernah dijanjikan bantuan, tetapi tidak ada realisasi hingga saat ini.

Iwan, ketua Rukun Nelayan Desa Sukaraja mengakui hal tersebut. Setidaknya 128 kapal rusak akibat tsunami, namun yang memperoleh bantuan dari Kementerian hanya 9 orang. Itu pun untuk seluruh nelayan Kecamatan Rajabasa atau 15 dengan Kecamatan Kalianda

ASRORI

0 komentar:

Posting Komentar