Sabtu, 16 Juli 2022

Diskusi Cetuskan Museum Pers di Tulangbawang Barat

TULANGBAWANG TENGAH (16/7/2022) – PWI bersama Pemkab Tulangbawang Barat menggelar sosialisasi dan diskusi pers di Balai Sesat Agung Islamic Center, Panaragan Jaya, Tulangbawang Tengah, Kamis 14 Juli 2022. Agenda pembahasan antara lain pembangunan museum pers di Tulangbawang Barat.

Sosialisasi dan diskusi pers dihadiri Penjabat Bupati Tulangbawang Barat Zaidirina, Wakil Ketua Dewan Pers Agung Dharma Jaya, Kepala Monumen Pers Nasional Widodo Hastjaryo, Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah, Ketua DPRD Ponco Nugroho, Forkopimda Tulangbawang Barat, Organisasi Perangkat Daerah, dan insan pers.

Ketua PWI Tulangbawang Barat Edi Zulkarnaen memperkenalkan Tulangbawang Barat sebagai daerah otonomi baru. Kabupaten ini giat membangun guna mengejar ketertinggalan dengan daerah lain. PWI berharap penjabat bupati melahirkan wajah baru Tulangbawang Barat.

Diskusi pers diharapkan bisa melahirkan gagasan, ilmu pengetahuan, dan kebijakan terkait dunia pers. Peran pers dalam pemerintahan sangat besar terutama pemberitaan agenda pemerintahan, kritikan, dan kontrol sosial untuk mewujudkan pemerintahan transparan dan akuntabel.

Zaidirina, Widodo Hastjaryo, dan Agung Darma Jaya menjadi narasumber diskusi. Acara dipandu moderator Wirahadikusumah. PWI Lampung sudah lama merencanakan pendirian museum pers di Tulangbawang Barat. Gagasan museum pers menjadi kesepakatan bersama.

Pers merupakan pilar demokrasi keempat. Namun, Wirahadikusumah menyebut pemerintah luput memberikan perhatian kepada pers. Pers tidak mendapatkan perhatian sama dengan tiga pilar lainnya yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif. PWI Lampung berharap pemerintah dan tokoh-tokoh pers seluruh Indonesia memfasilitasi gagasan pembangunan museum pers.
 
Wakil Ketua Dewan Pers Agung Darmajaya mengingatkan pers perlu teliti dalam pembuatan berita. Sebelum menulis berita, wartawan perlu menganalisa dampak pemberitaan. Jika berita tidak memberikan manfaat dan hanya menimbulkan kegaduhan maka tidak perlu dipaksakan.

Dewan Pers juga mengingatkan wartawan atau jurnalis bukanlah sosok kebal hukum. Wartawan tidak boleh membuat berita sewenang-wenang dengan dalih kebebasan pers.

Penjabat Bupati Tulangbawang Barat Zaidirina mengakui pentingnya peran pers dalam pembangunan daerah. Percuma bekerja keras membangun jika tidak ada penyampaian informasi ke khalayak ramai. Sajian informasi pers sangat berharga bagi pemerintah.

Penjabat Bupati Tulangbawang Barat berpesan kepada jajarannya agar berkolaborasi dengan pers dalam menjalankan roda pembangunan daerah. Para tokoh Dewan Pers diharapkan turut mendukung kesuksesan pembangunan museum pers di Tulangbawang Barat.

ALIYUDIN

0 komentar:

Posting Komentar