Minggu, 02 Januari 2022

Sukaagung Barat Tanggamus Berjuang Tak Lagi Desa Tertinggal

BULOK (2/1/2022) -  Berada di pegunungan yang membentang dari Jalan Raya Lintas Barat Tanggamus, dataran Pringsewu, dan pesisir Tanggamus, Pekon Sukaagung Barat, Bulok, sebenarnya masih tertinggal, tetapi kini dikategorikan desa berkembang.

Jalan naik dan turun ke kawasan ini. Selain lebarnya masih kecil, banyak tikungan tajam, sesuai dengan karakter kawasan pergunungan. Namun sudah sejak lama ribuan warga bermukim di sana menjadi petani dan berkebun.

Pemerintah Kabupaten Tanggamus berusaha meningkatkan status pekon ini dari tertinggal menjadi berkembang, dengan membangun jalan, di antaranya hotmix sepanjang 750 meter di jalan raya masuk Sukaagung Barat.

Dengan sumber dana APBD Tanggamus, Pemkab juga membangun bronjong sepanjang 60 meter di dua dusun, untuk mengurangi longsor yang sering terjadi pada musim hujan, menggerus lahan di kawasan sekitar.

Meski Dana Desa pada Tahun 2021 harus membagi ke anggaran penanganan covid-19 sekitar delapan persen dan memberi bantuan langsung tunai kepada 80 KPM, Pekon Sukaagung Barat masih bisa membangun infrasruktur.

Salah satu pembangunan infrasrtruktur yang menonjol pada Tahun 2021 adalah pembangunan jalan ke kawasan perkebunan Dusun Kerae, yang selama ini masih terbuat dari tanah. Pekon membangun onderlaag sepanjang 400 meter agar warga tidak kepater dan terjebak lumpur di musim hujan.

Pekon Sukaagung Barat, Bulok, Tanggamus juga membangun drainase sepanjang 30 meter agar dari pegunungan mengalir ke kali, tidak menggenangi dan merusak jalan raya desa tersebut, seperti selama ini terjadi.

Masih dalam upaya mengatasi kerusakan jalan, Pekon Sukaagung Barat juga membangun gorong-gorong di Sukamulya. Kawasan ini sering terputus dan terisolasi pada musim hujan karena longsoran tanah dari perbukitan sekitar.

Lewat Anggaran Dana Desa, Pekon Sukaagung Barat memperhatikan aspek lingkungan dengan membangun 10 unit MCK agar warga mulai mengurangi kebiasaan buang air di kali dan BAB sembarangan di pegunungan.

Suprani, salah seorang warga yang memperoleh bantuan MCK mengatakan ia berterimakasih atas pembangunan jamban tersebut kepada kepala pekon. Bantuan tersebut mendidik warga tidak lagi BAB sembarangan.

Erwin Isnandi, kepala Pekon Sukaagung Barat, Bulok, Tanggamus, menyebut daerahnya masih tertinggal meski saat ini dalam status berkembang.

Dengan mendapat jatah jalan hotmix pada Tahun 2021, ia mengharapkan perpanjangan jalan diteruskan oleh Pemerintah Kabupaten Tanggamus pada anggaran Tahun 2022.

Ia juga mengharapkan pembangunan lanjutan gorong-gorong, drainase, dan bronjong di bantaran sungai, yang kerap membuat kawasan sekitar terisolasi pada musim hujan.

Untuk pembangunan pekon dari anggaran Tahun 2022, Erwin Isnandi mengaku masih menunggu jumlah dan julaknya dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus.

Erwin Isnandi mengharapkan pekonnya benar-benar meninggalkan status desa tertinggal menjadi berkembang atau menjadi pekon yang maju, seperti terjadi di daerah lainnya, dengan terus membangun infrasruktur, yang bersumber dari Dana Desa atau APBD Tanggamus.

AFNAN HERMAWAN

0 komentar:

Posting Komentar