Jumat, 17 Desember 2021

Pesawaran: Menangis Lihat Listrik Rumahnya Nyala Kembali

TEGINENENG (16/12/2021) -  Tangis Warsiti dan Sulam pecah saat warga miskin di Dusun Talangrebo, Talangrejo, Trimulyo, Tegineneng, Pesawaran, itu dikunjungi PLN Lampung, Kamis 16 Desember 2021.


Baru Senin lalu petugas PLN mencabut meteran mereka tanpa pemberitahuan karena menunggak iuran dua bulan, dengan nilai Rp113 ribu atau Rp150 ribu dengan denda. Beberapa hari kemudian, Kamis, 16 Desember 2021, utusan PLN datang menyalakan kembali listrik rumahnya.

PLN tidak hanya datang membawa meteran digital, tetapi juga zakat dari karyawan dan santunan lain. Yayasan Baitul Mall perusahaan tersebut juga berjanji akan membantu merehab rumah Sulam dan Warsiti agar layak huni.

Rumah geribik Sulam dan Warsiti begitu memprihatinkan. Terdiri dari satu ruang keluarga dan kamar, materialnya sudah reot. Angin dan hujan tembus di sana sini. Ruang kamar berantakan. Dapur seperti jarang diasapi masakan.

Elok Faiqoh dan Darma Saputra, Manajer dan Wakil Manajer Komunikasi PLN Lampung, mengatakan mereka penasaran ingin melihat rumah Sulam dan Warsini. Setelah melihat langsung, keduanya menyatakan prihatin.

Menurut Elok, pencabutan meteran di rumah warga miskin itu bagian dari sistem PLN yang berlaku di seluruh Indonesia untuk semua pelanggan yang terlambat membayar. Untuk itu mereka menggantinya dengan meteran digital agar listrik bisa dipakai sesuai kemampuan.

Eki Saputra, Ketua Yayasan Baitul Mall PLN Lampung, mengatakan karyawan perusahaan tersebut, memang, menyisihkan zakat dua setengah persen setiap bulannya. Sebagian dari sana mereka berikan untuk Sulam dan Warsiti dan berencana membantu merehab rumahnya agar layak huni.

Sekdes Trimulyo Nyoto Prayetno dan Kadus Sudirsan sengaja berbatik menyambut tamu dari PLN. Mereka mengapresiasi bantuan dari pihak swasta membantu warga mereka yang tergolong miskin.

Adapun Bambang, putera mereka yang terbelakang mental dari usia 18 bulan hingga kini berumur 22 tahun, tampak menghilang ketika rombongan PLN datang. Namun ia gembira mendengar listrik menyala kembali.

MUSPIYAN AGUNG

0 komentar:

Posting Komentar