Jumat, 09 Juli 2021

Jenazah TKW Lampung Timur Terkatung-Katung di Taiwan

PURBOLINGGO (8/7/2021) – Jenazah seorang tenaga kerja wanita asal Lampung Timur sudah 8 hari terkatung-katung di Taiwan. Wanita berusia 49 tahun itu meninggal dikepung asap saat Hotel Passion Fruit, yang dikenal sebagai tempat karantina covid-19 di Changhua, terbakar pukul 07.40 pagi, Kamis 1 Juli 2021.

Setidaknya 4 orang meninggal saat itu, termasuk Nurningsih, warga RT 27 Dusun 003, Desa Tanjung Intan. Purbolinggo, Lampung Timur. Ia adalah satu dari 29 orang yang dikarantina di hotel tersebut, tetapi sudah dinyatakan sehat pada 29 Juni.

Faisal, seorang relawan pekerja migran di Taipei, mengatakan Nurningsih seharusnya sudah pulang ke Lampung Timur karena majikannya meninggal. Namun ia terkonfirmasi covid-19 saat swab, yang mengharuskannya isolasi mandiri dari 11 Juni sd 29 Juni dan tahap kedua 29 Juni hingga 5 Juli.

Peraturan Taiwan mengharuskan warga meninggal terkait pandemi dibakar. Namun Faisal menyebut Kantor Dagang Indonesia di negeri tersebut berusaha keras memulangkannya ke tanah air, sepanjang keluarga menyepakati risikonya.

Nurningsih sudah 12 tahun di Taiwan, dengan dua kali kontrak. Wanita berusia 49 tahun itu meninggalkan suaminya, Sunarno, dua anak laki-laki bernama Riki dan Aldi, masing-masing berusia 25 dan 24 tahun.

Edi, keponakan Almarhum, mengatakan keluarga sudah mengirimkan persyaratan administrasi agar jenazah bibinya dikirim ke Tanah Air. Bersama suami dan dua anaknya, mereka mengharapkan lembaga terkait menyegarakannya, karena sudah meninggal 8 hari.

MUHAMMAD FARID

0 komentar:

Posting Komentar